▴ZONA INTEGRITAS▴ Gebrakan Awal Tahun 2026 KUA Selat Nasik Rangkul Desa dan Sekolah demi Misi Ramadan

Gambar : Foto KUA Selat Nasik Rangkul Desa dan Sekolah demi Misi Ramadan Tahun 2026
Selat Nasik (28/1) — Dalam kesederhanaan beralaskan tikar di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung, pada Selasa, 28 Januari 2026, Kepala KUA Selat Nasik, Lutfi Alawi, S.Sy, ME, tidak sedang sekadar memproses dokumen pernikahan. Ia tengah menyusun "peta jalan" baru bagi institusi Kantor Urusan Agama. Hari itu menjadi tonggak penting pelaksanaan Rencana Kerja Organisasi (RKO) tahunan. Lutfi tak ingin KUA hanya menjadi menara gading administratif; ia ingin institusi ini turun ke akar rumput.
Langkah taktis pertama yang diambil Lutfi adalah mempersiapkan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pemerintah desa se-Kecamatan Selat Nasik. Ini bukan sekadar formalitas tanda tangan di atas kertas bermeterai. "Kita tidak bisa berjalan sendiri. Urusan keagamaan di masyarakat sangat kompleks dan membutuhkan tangan-tangan pemerintah desa untuk menjangkaunya," ujar Lutfi dengan nada tegas.
Persiapan MoU ini menargetkan penyelarasan data nikah-rujuk khususnya yang belu tercatat, bimbingan keluarga sakinah, kegiatan keagamaan hingga moderasi beragama di tingkat paling dasar. Dengan menggandeng seluruh kepala desa, KUA Selat Nasik bertujuan layanan keagamaan menyentuh setiap dusun dan forum-forum kecil dilingkungan masyarakat desa.
Selain itu, sorotan utama dalam rapat strategis Selasa itu tertuju pada persiapan jangka panjang menuju bulan suci. Meski Ramadan 1447 H (2026 M) masih beberapa waktu lagi, kami telah menabuh genderang persiapan.
KUA Selat Nasik tengah mematangkan draf kerja sama dengan sekolah-sekolah di wilayah Selat Nasik untuk pelaksanaan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan. Lutfi menyadari bahwa pendidikan karakter siswa tidak bisa disiapkan secara dadakan "Sistem SKS" (Sistem Kebut Semalam).
"Kami ingin Sanlat Ramadan 2026 nanti punya kurikulum yang jelas, bukan sekadar menggugurkan kewajiban tahunan. Karena itu, MoU dengan pihak sekolah kita godok mulai sekarang," tambah lulusan Magister Ekonomi tersebut.
Pertemuan yang berlangsung seharian itu membedah teknis pelaksanaan RKO. Lutfi menekankan bahwa tahun 2026 harus menjadi tahun transformasi bagi KUA Selat Nasik. Dengan kombinasi penguatan internal melalui RKO dan ekspansi eksternal melalui jejaring desa dan sekolah, KUA Selat Nasik berambisi menjadi model layanan keagamaan yang proaktif di wilayah kepulauan. Langkah Lutfi Alawi ini mengirimkan sinyal kuat: birokrasi agama di Selat Nasik kini bergerak lebih cepat, taktis, dan terencana.
Pada tahun 2025 kita sudah mendapatkan penghargaan konten Tiktok dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hal ini diharapkan menjadi pemacu peningkatan dalam publikasi keagamaan dbidang social media, selain itu adminstrasi persuratan sudah 75% tidak menggunakan kertas melainkan arsip digital, kami berharap apa yang dilakukan demi peningkatan pelayanan kemudahan untuk masyarakat. (Ltf)
1.png)




