▴ZONA INTEGRITAS▴ Kemenag Belitung Bimbing Manasik Haji Perdana 60 Jamah Cilik RA NU, ABA X dan XI Belitung

Gambar : Foto Kemenag Belitung Bimbing Manasik Haji Perdana 60 Jamah Cilik RA NU, ABA X dan XI Belitung
Tanjungpandan (20/5) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung membimbing kegiatan manasik haji perdana bagi peserta didik RA NU, RA ABA X, dan RA ABA XI yang digelar dengan diikuti sekitar 60 anak. Kegiatan tersebut dihadiri Kasubbag TU Kantor Kemenag Belitung, H. Ahmad Tibroni, S.HI., M.E., Plt. Penmad beserta staf, Ketua Pokjawas, serta staf Kemenhaj sebagai bentuk dukungan pembinaan pendidikan karakter islami sejak usia dini.
Kepala RA ABA XI, Yulia, S.Pd menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Agama dan Kementerian Haji dan Umroh Belitung atas dukungan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia mengatakan manasik haji ini merupakan kegiatan perdana sehingga pihak sekolah masih membutuhkan bimbingan dan masukan demi penyempurnaan pelaksanaan ke depan.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor diwakili oleh Kasubbag TU Kantor Kemenag Belitung, H. Ahmad Tibroni, menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Kemenag sedang mengikuti kegiatan pelantikan PNS di Pangkalpinang. Ia menjelaskan kepada peserta tentang pembelajaran manasik haji dan umrah, termasuk perbedaan pelaksanaan keduanya, sebagai bekal dasar bagi anak-anak sejak dini.
“Terima kasih kepada orang tua serta kakek dan nenek yang sudah mengantarkan anak dan cucunya untuk belajar membentuk generasi sholih dan sholihah yang kuat sehat jasmani maupun rohani,” ujar Ahmad Tibroni saat membuka kegiatan dengan lafaz basmalah. Ia berharap materi yang diajarkan dapat membekas dan dipahami anak-anak sebagai bekal mereka nanti.
Praktik manasik dipandu langsung oleh Kasubbag TU, H. Ahmad Tibroni, S.HI., M.E. bersama Plt. Penmad, Hj. Marlina, S.H.I. Anak-anak dikenalkan tata cara niat umrah, penggunaan kain ihram, pengambilan miqat, tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, Sa’i dari Bukit Safa ke Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan, hingga tahalul dengan memotong rambut.
Kegiatan manasik haji ini diharapkan menjadi langkah awal pembentukan karakter religius dan pemahaman ibadah sejak usia dini. Kehadiran Kemenag dan Kemenhaj Belitung dalam pendampingan kegiatan tersebut juga menjadi bukti komitmen dalam mendukung pendidikan keagamaan yang membekas bagi generasi muda. (Syarah)
1.png)




