Kemenag Belitung Hadiri Rapat Advokasi Program Keamanan Pangan 2026

Kemenag Belitung Hadiri Rapat Advokasi Program Keamanan Pangan 2026

Gambar : Foto Kemenag Belitung Hadiri Rapat Advokasi Program Keamanan Pangan 2026


Tanjungpandan (12/3) – Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Belitung, Hj. Marlina, S.H.I, menghadiri Rapat Advokasi Lintas Sektor Program Keamanan Pangan Nasional (PROPN) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Loka Pengawas Obat dan Makanan (Loka POM) Kabupaten Belitung, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Belitung ini dihadiri oleh berbagai instansi pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait guna memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program keamanan pangan di wilayah Kabupaten Belitung.

Rapat advokasi tersebut membahas pelaksanaan sejumlah program nasional di bidang keamanan pangan, di antaranya Program Sapa Sekolah, Desa Pangan Aman, serta Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) Tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari upaya nasional yang diinisiasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia untuk meningkatkan kesadaran serta pengawasan terhadap keamanan pangan di masyarakat.

Kegiatan dibuka oleh Bupati Belitung yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Belitung, H. Paryanta, S.Pd., S.IP., M.Si. Dalam sambutan Bupati Belitung yang disampaikannya, pemerintah daerah menyambut baik pelaksanaan kegiatan advokasi lintas sektor ini sebagai langkah penting dalam memperkuat koordinasi antarinstansi guna memastikan pangan yang beredar di masyarakat aman untuk dikonsumsi.

Sebelumnya, kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Loka Pengawas Obat dan Makanan Kabupaten Belitung, Asruddin, S.Far., Apt., M.K.M, yang menyampaikan pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendukung keberhasilan program keamanan pangan di daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Kemenag Belitung menegaskan komitmennya untuk mendukung edukasi keamanan pangan melalui lembaga pendidikan keagamaan, termasuk madrasah dan pondok pesantren. Keterlibatan Kemenag dinilai penting karena lembaga pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat sejak dini tentang konsumsi pangan yang aman dan sehat.

“Kemenag siap mendukung program keamanan pangan melalui edukasi di madrasah dan pesantren. Lingkungan pendidikan menjadi ruang strategis untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya pangan yang aman bagi kesehatan masyarakat,” ujar Hj. Marlina.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, diharapkan program keamanan pangan di Kabupaten Belitung dapat berjalan lebih optimal serta memberi dampak nyata bagi masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan instansi terkait menjadi langkah penting dalam mewujudkan lingkungan yang sehat serta pangan yang aman bagi seluruh warga. (Syarah)




Social media Share this article
Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment