▴ZONA INTEGRITAS▴ Kemenag Belitung Hadiri Waisak Bersama, Menjalin Harmoni dalam Kebinekaan

Gambar : Foto Kemenag Belitung Hadiri Waisak Bersama, Menjalin Harmoni dalam Kebinekaan
Tanjungpandan (20/6) — Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung, H. Ahmad Tibroni, S.HI., M.E., mewakili Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Belitung menghadiri Perayaan Waisak Bersama 2570 TB/2026 yang digelar DPC Permabudhi Kabupaten Belitung di Ruang Auditorium Lantai III Sekolah Keluarga Universal Air Ketekok, Kecamatan Tanjungpandan, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 19.00–21.00 WIB tersebut juga dihadiri Ketua DPRD Belitung, Vina Cristyn Ferani, S.E.
Kehadiran perwakilan Kemenag Belitung dalam perayaan yang diselenggarakan DPC Permabudhi Kabupaten Belitung ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat kerukunan umat beragama serta mendukung pelaksanaan kegiatan keagamaan yang berlangsung aman dan kondusif di daerah.
H. Ahmad Tibroni menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam menjaga harmoni dan memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk. Menurutnya, momentum Waisak menjadi sarana mempererat persaudaraan, saling menghormati, dan membangun semangat kebersamaan antarumat beragama.
"Kehadiran Kementerian Agama dalam kegiatan keagamaan lintas umat merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan kerukunan dan moderasi beragama. Nilai-nilai kebajikan yang diajarkan dalam perayaan Waisak diharapkan dapat memperkuat persatuan dan keharmonisan masyarakat Belitung," ujar H. Ahmad Tibroni saat diwawancara pada Senin (22/6/2026) di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung.
Perayaan Waisak Bersama 2570 TB/2026 diikuti umat Buddha dan sejumlah unsur pemerintah serta tokoh masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus wujud nyata sinergi antara organisasi keagamaan, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kehidupan beragama yang rukun dan damai.
Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan tersebut, Kemenag Belitung berharap semangat toleransi dan kebersamaan terus tumbuh di tengah masyarakat sehingga tercipta kehidupan sosial yang harmonis, inklusif, dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. (Syarah)
1.png)




