Kemenag Belitung perkuat layanan keagamaan melalui Syahrul Huda Ramadhan

Kemenag Belitung perkuat layanan keagamaan melalui Syahrul Huda Ramadhan

Gambar : Foto Kemenag Belitung perkuat layanan keagamaan melalui Syahrul Huda Ramadhan


Tanjungpandan (19/2) - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kabupaten Belitung menghadirkan program Ramadhan bertajuk Syahrul Huda sebagai bentuk pelayanan pendidikan dan keagamaan kepada masyarakat. Program kultum Ramadhan ini digagas oleh seksi Bimas Islam bekerja sama dengan Humas, dengan penayangan di kanal YouTube Kemenag Belitung sejak awal hingga akhir Ramadhan. Kegiatan ini bertujuan menemani masyarakat menunggu waktu berbuka puasa sekaligus memperkuat pembinaan keagamaan.

Program Syahrul Huda diawali dengan ceramah oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Belitung, H. Suyanto, S.Ag., M.E. Selanjutnya, materi diisi oleh sejumlah penyuluh agama Islam serta para penghulu dari beberapa KUA di Kabupaten Belitung. Proses syuting dilakukan sebelum dan selama Ramadhan di berbagai lokasi, seperti ruang kepala kantor, KUA, masjid, mushola, dan tempat lainnya.

Pelaksanaan program ini menjadi bagian dari komitmen Kemenag dalam memperluas akses edukasi keagamaan berbasis digital. Dengan memanfaatkan media sosial, pesan-pesan pembinaan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, termasuk generasi muda yang aktif di platform daring.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Belitung, H. Suyanto, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata pelayanan publik yang adaptif. “Melalui Syahrul Huda, kami ingin menghadirkan dakwah yang sejuk, edukatif, dan mudah diakses masyarakat sebagai bagian dari penguatan pelayanan pendidikan dan keagamaan,” ujarnya.

Ke depan, Kemenag Belitung berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi inovasi layanan keagamaan lainnya. Kehadiran Syahrul Huda diharapkan memberi dampak positif bagi kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat selama bulan suci Ramadhan. (Sya)




Social media Share this article
Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment