▴ZONA INTEGRITAS▴ Kemenag Dorong KIE Keamanan Pangan Pondok Pesantren Lewat Edukasi BPOM

Gambar : Foto Kemenag Dorong KIE Keamanan Pangan Pondok Pesantren Lewat Edukasi BPOM
Tanjungpandan (20/5) — Kementerian Agama Kabupaten Belitung mendukung pelaksanaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Keamanan Pangan di Pondok Pesantren yang digelar Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Belitung di Pondok Pesantren Daarul Arofah Belitung, Rabu (20/5/2026) pukul 13.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan Plt. Seksi Pondok Pesantren Kemenag Belitung, Hj. Marlina, S.H.I., beserta staf sebagai bentuk penguatan edukasi pangan aman di lingkungan pesantren.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan santri terkait pangan aman dan bermutu sekaligus mendorong kemandirian pesantren dalam melindungi warga sekolah dari risiko pangan tidak layak konsumsi. Sebanyak 30 peserta hadir yang terdiri dari ustaz, ustazah, santri, dan santriwati dari Pondok Pesantren Daarul Arofah Belitung serta Pondok Pesantren Imam Syafi’i Belitung.
Dalam kegiatan itu, pihak Loka POM Kabupaten Belitung diwakili tiga staf BPOM, yakni Maura Sania, Nadia Fransisca, dan Viona Annisa. Mereka menyampaikan materi edukasi keamanan pangan sebagai langkah membangun kesadaran sejak dini di lingkungan pondok pesantren agar lebih selektif dalam memilih dan mengonsumsi pangan yang aman.
Seksi Pondok Pesantren Kementerian Agama Kabupaten Belitung turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan kesehatan dan keamanan pangan di lembaga pendidikan keagamaan. Kehadiran Kemenag dinilai penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan pesantren dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan aman.
Ustadz Selamet Fadzri menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPOM atas terselenggaranya kegiatan tersebut. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BPOM yang telah memberikan edukasi kepada para santri. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman tentang keamanan pangan di lingkungan pesantren,” katanya.
Melalui kegiatan ini, pesantren diharapkan terus mendapatkan edukasi keamanan pangan secara berkelanjutan sehingga para santri semakin memahami pentingnya menjaga kualitas dan keamanan pangan dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan pesantren. Edukasi yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci dalam membangun budaya konsumsi pangan yang sehat dan aman di pondok pesantren. (Syarah)
1.png)




