▴ZONA INTEGRITAS▴ Kemenag Dukung FKDT Belitung Lepas 169 Santri Hafilah Akhirussanah 2026

Gambar : Foto Kemenag Dukung FKDT Belitung Lepas 169 Santri Hafilah Akhirussanah 2026
Tanjungpandan (24/6) – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Belitung menggelar Hafilah Akhirussanah Angkatan VI Tahun 2026 di Gedung Serbaguna, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Lesung Batang, Kecamatan Tanjungpandan, Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Mengukir Prestasi, Memperkuat Iman, dan Menyiapkan Generasi Islam yang Gemilang” tersebut diikuti 169 santri Madrasah Diniyah Takmiliyah. Acara dihadiri Wakil Bupati Belitung, Syamsir, S.I.Kom., Kabag Kesra Setda Kabupaten Belitung, Thamrin, S.IP., Ketua FKDT Kabupaten Belitung, Hj. Bariah, A.Ma., Camat Badau, Albert Pebrianto, S.STP., M.Sc., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung, H. Suyanto, S.Ag., M.E., Kasubbag Tata Usaha, Kasi Pendidikan Pondok Pesantren (Pontren) beserta tim, perwakilan MUI Kabupaten Belitung, unsur pemerintah daerah, tokoh agama, kepala sekolah dan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah se-Kabupaten Belitung, orang tua/wali santri, serta para peserta Akhirussanah Angkatan VI Tahun 2026.
Kegiatan menjadi momentum pelepasan santri yang telah menyelesaikan pendidikan diniyah sekaligus menunjukkan kontribusi pendidikan keagamaan dalam membentuk karakter generasi muda. Berdasarkan laporan panitia, sebanyak 169 santri mengikuti ujian pada 11–14 Mei 2026 dan seluruhnya dinyatakan lulus setelah evaluasi yang dilaksanakan FKDT Kabupaten Belitung.
FKDT mencatat saat ini terdapat 12 Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kabupaten Belitung yang tersebar di Kecamatan Tanjungpandan, Sijuk, dan Badau. Lembaga tersebut didukung 70 ustaz dan ustazah dengan jumlah santri mencapai 631 orang. Pada kesempatan itu juga diserahkan trofi, sertifikat, dan uang pembinaan kepada para juara Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) tingkat provinsi.
Kepala Kemenag Kabupaten Belitung bersama jajaran memberikan dukungan terhadap penguatan pendidikan keagamaan melalui madrasah diniyah. Kehadiran Kemenag dinilai berdampak dalam pembinaan kelembagaan, peningkatan kualitas pendidikan Islam, serta penguatan karakter santri sebagai generasi penerus daerah.
Wakil Bupati Belitung menegaskan pentingnya keberadaan madrasah dalam membentuk akhlak dan karakter anak-anak. “Madrasah saat ini sangat diperlukan dalam membantu orang tua dan pemerintah guna pembentukan karakter, sikap dan akhlak anak-anak di Kabupaten Belitung,” ujar Syamsir.
Pemerintah Kabupaten Belitung juga berkomitmen mendorong pendirian madrasah di kecamatan yang belum memiliki lembaga serupa, yakni Membalong dan Selat Nasik. Melalui sinergi pemerintah daerah, Kemenag, dan FKDT, diharapkan pendidikan keagamaan semakin berkembang dan mampu melahirkan generasi Islam yang unggul menuju Indonesia Emas 2045. (Syarah)
1.png)




