▴ZONA INTEGRITAS▴ KUA Selat Nasik Gelar The Most KUA Bimbingan Remaja Usia Sekolah di SMKN 1 Selat Nasik

Gambar : Foto KUA Selat Nasik Gelar The Most KUA Bimbingan Remaja Usia Sekolah di SMKN 1 Selat Nasik
Selat Nasik (3/3) – Dalam upaya meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya perencanaan masa depan serta mencegah pernikahan di usia dini, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Selat Nasik melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMKN 1 Selat Nasik. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “The Most KUA”, yang mendorong KUA untuk semakin aktif hadir di tengah masyarakat dalam memberikan pembinaan dan edukasi keagamaan, khususnya kepada generasi muda.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 3 Maret 2026, di SMKN 1 Selat Nasik, mulai pukul 08.45 hingga 09.45 WIB. Para siswa mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias dan perhatian sejak awal hingga akhir acara. Program ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para remaja mengenai pentingnya menjaga masa depan, memperkuat nilai moral dan agama, serta memahami risiko pernikahan yang dilakukan tanpa kesiapan yang matang.
Materi disampaikan oleh Andi Sopran, S.H., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Selat Nasik. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pernikahan merupakan ibadah yang mulia dalam Islam, namun harus dijalani dengan kesiapan yang matang, baik dari segi usia, mental, maupun tanggung jawab.
Menurutnya, fenomena pernikahan di bawah umur masih menjadi persoalan sosial yang perlu mendapat perhatian bersama. Banyak remaja yang belum memahami sepenuhnya tanggung jawab besar dalam kehidupan rumah tangga. Padahal, pernikahan bukan sekadar penyatuan dua individu, tetapi juga komitmen untuk membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Ia juga menjelaskan bahwa kesiapan menikah tidak hanya dilihat dari faktor usia, tetapi juga meliputi kesiapan mental, emosional, sosial, dan ekonomi. Tanpa kesiapan tersebut, pernikahan yang dilakukan pada usia terlalu muda berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan dalam kehidupan rumah tangga.
“Remaja harus memahami bahwa masa muda adalah masa untuk belajar, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan. Fokus utama para siswa saat ini adalah pendidikan, membangun karakter, serta menyiapkan diri agar kelak menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab,” ujar Andi Sopran.
Selain membahas pencegahan pernikahan dini, kegiatan ini juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga pergaulan yang sehat, menghindari perilaku yang dapat merugikan diri sendiri, serta memperkuat nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa diajak memahami bahwa agama dapat menjadi benteng moral dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa remaja.
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi dialog interaktif antara pemateri dan para siswa. Dalam sesi tersebut, para siswa diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait persoalan remaja, pergaulan, serta persiapan menghadapi masa depan. Diskusi berlangsung hangat dan komunikatif sehingga para siswa merasa lebih nyaman dalam menyampaikan pandangan maupun pertanyaan mereka.
Kepala SMKN 1 Selat Nasik, Tedi Hadiana, S.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kegiatan pembinaan yang dilaksanakan oleh KUA Kecamatan Selat Nasik. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi para siswa karena memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai tanggung jawab kehidupan serta pentingnya merencanakan masa depan dengan baik.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh KUA Kecamatan Selat Nasik ini. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi remaja saat ini, khususnya dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga diri dan mempersiapkan masa depan dengan baik. Kami berharap kerja sama antara sekolah dan KUA dapat terus terjalin demi membina generasi muda yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah ini, KUA Kecamatan Selat Nasik berharap para siswa dapat lebih memahami pentingnya menjaga diri, memperkuat nilai-nilai agama, serta merencanakan masa depan secara matang. Dengan pemahaman tersebut, para remaja diharapkan mampu menghindari berbagai perilaku yang dapat merugikan diri sendiri, termasuk pernikahan di usia yang belum siap.
Program The Most KUA menjadi salah satu upaya KUA dalam memperkuat peran sebagai lembaga pembinaan masyarakat yang aktif, inovatif, dan responsif terhadap berbagai persoalan sosial. Melalui kegiatan ini, KUA tidak hanya berperan dalam pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dengan sinergi antara KUA dan lembaga pendidikan, diharapkan pembinaan generasi muda dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Andi)
1.png)




