Lewat Rapat Program KIE Pengelolaan Sampah, Kemenag Belitung Perkuat Implementasi Ekoteologi

Lewat Rapat Program KIE Pengelolaan Sampah, Kemenag Belitung Perkuat Implementasi Ekoteologi

Gambar : Foto Lewat Rapat Program KIE Pengelolaan Sampah, Kemenag Belitung Perkuat Implementasi Ekoteologi


Tanjungpandan (23/4) — Kegiatan rapat pembahasan Rencana Aksi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) pengelolaan sampah digelar pada Kamis, (23/4/2026), pukul 08.30 WIB di Ruang Rapat II Bapperida Kabupaten Belitung. Kegiatan ini diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup guna memperkuat strategi pengurangan dan penanganan sampah, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Belitung.

Mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung, Kasi Pondok Pesantren sekaligus Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Hj. Marlina, S.H.I, hadir dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan Kemenag dinilai penting karena memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat berbasis nilai keagamaan, khususnya melalui lembaga pendidikan madrasah dan pesantren, serta peran aktif para penyuluh agama dalam memberikan edukasi langsung kepada masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah.

Berdasarkan pemaparan rencana kegiatan yang ditampilkan dalam rapat, Kemenag bersama Dinas Lingkungan Hidup akan mendorong peningkatan kapasitas penyuluh sebagai agen perubahan perilaku pengurangan sampah di tingkat lokal. Program ini mencakup sosialisasi kepada pemuka agama, komunitas, hingga pengurus RT/RW dengan pendekatan berbasis masyarakat.

Selain itu, indikator kinerja yang ditargetkan antara lain publikasi pesan-pesan lingkungan di tempat ibadah secara rutin, minimal satu hingga dua kali setiap bulan melalui media sosial maupun media cetak. Tidak hanya itu, pengadaan fasilitas pemilahan sampah di lingkungan tempat ibadah juga menjadi fokus dalam kurun waktu enam bulan ke depan.

Rapat ini juga membahas langkah konkret dalam meningkatkan efektivitas program KIE, termasuk sinergi lintas sektor, penguatan edukasi masyarakat, serta optimalisasi peran bank sampah dan pengelola TPS3R. Pemerintah daerah menekankan pentingnya kolaborasi agar pengelolaan sampah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menyentuh aspek perubahan perilaku.

“Kami siap mendukung upaya pemerintah daerah melalui pendekatan edukatif dan keagamaan, terutama di lingkungan pesantren, madrasah, dan majelis taklim melalui peran aktif para penyuluh agama dalam memberikan edukasi langsung kepada masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah.” ujar Hj. Marlina. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah juga merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan aksi bersama yang berkelanjutan. Sinergi antara pemerintah, Kemenag, dan masyarakat diyakini mampu menciptakan perubahan nyata dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Belitung ke depan. (Syarah)




Social media Share this article
Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment