▴ZONA INTEGRITAS▴ Maras Taun Desa Selat Nasik 2026 Digelar, Ribuan Warga Padati Acara Meski Diguyur Hujan

Gambar : Foto Maras Taun Desa Selat Nasik 2026 Digelar, Ribuan Warga Padati Acara Meski Diguyur Hujan
Selat Nasik (19/4) — Tradisi tahunan Maras Taun Desa Selat Nasik kembali digelar meriah di kawasan Tanah Tambun, Minggu (19/4/2026). Meskipun hujan deras mengguyur saat pembukaan, ribuan warga tetap memadati lokasi sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Acara ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Belitung, Syamsir, S.I.Kom., yang dalam sambutannya mengapresiasi kekompakan masyarakat dalam menjaga tradisi leluhur yang sarat nilai kebersamaan dan religiusitas.
Maras Taun merupakan agenda tahunan masyarakat Desa Selat Nasik sebagai ungkapan syukur atas hasil bumi dan keberkahan yang diterima sepanjang tahun. Nuansa religius tampak kental dalam rangkaian acara yang diawali dengan doa selamat bernuansa Islam, dipimpin oleh dukun kampung selaku ketua adat setempat.
Kepala KUA Selat Nasik, Lutfi Alawi, S.Sy., M.E., turut berperan sebagai pelindung kegiatan sekaligus memimpin pembacaan doa pembuka. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga nilai syukur dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat. “Tradisi ini bukan hanya budaya, tetapi juga sarana memperkuat nilai keimanan dan rasa syukur kepada Allah SWT,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Melalui kegiatan ini, kita diajak untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang Allah SWT berikan, sekaligus mempererat ukhuwah di antara sesama.”
Salah satu momen yang paling ditunggu adalah prosesi pemotongan lepat berukuran besar dengan panjang sekitar dua meter. Lepat raksasa tersebut menjadi simbol kemakmuran dan kebersamaan, kemudian dipotong dan dibagikan kepada masyarakat secara merata. Selain itu, panitia juga menyiapkan ratusan lepat kecil untuk dibagikan kepada para pengunjung sebagai bentuk keberkahan dan kebersamaan.
Di tengah guyuran hujan, masyarakat tetap antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, tampak menikmati suasana kebersamaan. Tidak sedikit yang rela berdesakan demi mendapatkan bagian lepat yang diyakini membawa berkah.
Selain prosesi adat dan keagamaan, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi lintas generasi. Banyak masyarakat perantauan yang pulang ke kampung halaman untuk mengikuti tradisi ini, menjadikannya momentum mempererat hubungan kekeluargaan.
Penyelenggaraan Maras Taun tahun ini dinilai semakin meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, baik dari segi jumlah peserta maupun ragam kegiatan. Dukungan pemerintah daerah serta partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor utama kesuksesan acara ini.
Dengan tetap terjaganya tradisi Maras Taun, masyarakat Desa Selat Nasik tidak hanya melestarikan warisan budaya leluhur, tetapi juga meneguhkan identitas serta nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi ini diharapkan terus berlanjut sebagai simbol syukur, kebersamaan, dan kearifan lokal di tengah arus modernisasi. (Lutfi)
1.png)




