Musyawarah Pontren Membalong, Kemenag Belitung Perkuat Sinergi Peringatan Hari Santri

Musyawarah Pontren Membalong, Kemenag Belitung Perkuat Sinergi Peringatan Hari Santri

Gambar : Foto Musyawarah Pontren Membalong, Kemenag Belitung Perkuat Sinergi Peringatan Hari Santri


Membalong (29/4) — Musyawarah dan silaturahim Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Belitung digelar di Pondok Pesantren An Nawawi Membalong, Rabu (29/4/2026) pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri Kasi Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung, Hj. Marlina, S.H.I., mewakili Kepala Kantor, bersama staf pontren, dalam rangka menyambut peringatan Hari Santri 2026 sekaligus memperkuat koordinasi antar pesantren.

Kegiatan tersebut menjadi ruang konsolidasi antara FKPP dan Kementerian Agama Kabupaten Belitung guna menyatukan langkah pelaksanaan peringatan Hari Santri. Selain silaturahim, forum ini membahas teknis kegiatan, termasuk upacara Hari Santri Tahun 2026, peran masing-masing pihak, serta penguatan kontribusi pesantren di daerah.

Ketua FKPP Kabupaten Belitung, Cherizudin, menyampaikan bahwa musyawarah ini penting untuk memastikan seluruh pesantren terlibat aktif. Ia menegaskan bahwa momentum Hari Santri bukan sekadar seremoni, tetapi juga penguatan nilai dan peran santri di tengah masyarakat.

“Kami ingin memastikan pesantren tidak hanya hadir dalam peringatan, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam kegiatan keagamaan dan sosial,” ujar Cherizudin dalam forum tersebut.

Kehadiran Kementerian Agama melalui Kasi Pontren, Hj. Marlina, dinilai membawa dampak signifikan dalam memperkuat sinergi kebijakan dan pelaksanaan program. Dukungan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas koordinasi serta memperjelas arah pembinaan pesantren di Kabupaten Belitung. Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan sesi berbagi dan diskusi mengenai penyelenggaraan Satuan Pendidikan Muadalah dan Satuan Pendidikan Diniyah Formal.

Melalui musyawarah ini, diharapkan pelaksanaan Hari Santri 2026 berjalan lebih terstruktur dan berdampak luas, sekaligus mempererat kolaborasi antara pemerintah dan pesantren dalam membangun pendidikan keagamaan yang berkelanjutan. (Syarah)




Social media Share this article
Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment