Percepatan Wakaf Produktif, Kemenag Belitung Turun Langsung ke Desa

Percepatan Wakaf Produktif, Kemenag Belitung Turun Langsung ke Desa

Gambar : Foto Percepatan Wakaf Produktif, Kemenag Belitung Turun Langsung ke Desa


Sijuk (29/4) — Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung melalui Seksi Zakat dan Wakaf melakukan monitoring percepatan sertifikasi tanah wakaf dan pengembangan wakaf produktif di Desa Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk, Rabu (29 April 2026). Kegiatan ini dihadiri penyelenggara zakat dan wakaf, Marwandi, S.H., serta melibatkan pemerintah desa dan nadzir setempat. Monitoring dilakukan untuk menindaklanjuti pergantian nadzir yang sebelumnya telah meninggal dunia.

Dalam kegiatan tersebut, tim Kemenag bertemu dengan Kepala Desa Tanjung Tinggi, Sudarmo, serta Suharli selaku nadzir baru. Selain koordinasi administrasi, tim juga melakukan survei langsung terhadap lahan wakaf yang akan didaftarkan sertifikasinya ke Kantor BPN Belitung. Langkah ini menjadi bagian penting dalam memastikan legalitas dan optimalisasi aset wakaf.

Pengembangan wakaf produktif menjadi fokus utama, dengan rencana pemanfaatan lahan untuk usaha perkebunan, peternakan, hingga pengelolaan pupuk. Program ini dirancang melalui kerja sama antara nadzir wakaf, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan pemerintah desa guna meningkatkan nilai ekonomi wakaf bagi masyarakat.

Marwandi, S.H. menyatakan bahwa percepatan sertifikasi dan pengelolaan wakaf produktif merupakan langkah strategis yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat. “Wakaf tidak hanya berhenti pada aspek ibadah, tetapi harus memberi manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Program ini telah memberikan dampak awal bagi nadzir maupun warga setempat, terutama dalam membuka peluang usaha dan pemberdayaan ekonomi desa. Keterlibatan berbagai pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan wakaf yang produktif dan berdaya guna.

Kemenag berharap ke depan lebih banyak tanah wakaf dapat dikembangkan secara produktif sesuai dengan program prioritas Menteri Agama RI. Upaya ini diharapkan terus melibatkan seluruh pemangku kepentingan dan dimulai dari tingkat desa sebagai fondasi penguatan ekonomi umat. (Syarah)




Social media Share this article
Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment