▴ZONA INTEGRITAS▴ Perkuat Nilai Kasih Sayang dalam Pembelajaran, Guru-guru Ikuti Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta

Gambar : Foto Guru MAN 1 Belitung Ikuti Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta
Tanjungpandan (28/1) — Sebanyak 39 guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Belitung mengikuti kegiatan Sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung melalui Seksi Pendidikan Madrasah. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (28/01/2026) di Ruang PPDB Kampus A MAN 1 Belitung, Jalan Patimura Km 3,5, Tanjungpandan.
Sosialisasi KBC dibuka secara resmi oleh Kepala MAN 1 Belitung, Drs. H. Banyamin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan penguatan nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan moderasi beragama yang perlu diinternalisasikan dalam proses pembelajaran di madrasah. Menurutnya, peran guru sangat strategis dalam menanamkan nilai cinta, empati, dan toleransi kepada peserta didik melalui kegiatan belajar mengajar.
Kegiatan ini menghadirkan pemateri Ibu Nurmala Sinta, S.Pd., M.Sc., yang memaparkan konsep, tujuan, serta implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dalam lingkungan madrasah. Materi disampaikan secara interaktif, disertai contoh penerapan KBC dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari agar mudah dipahami dan diaplikasikan oleh para guru.
Sosialisasi KBC turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung, H. Suyanto, S.Ag., M.E., Plt. Kasi Pendidikan Madrasah Hj. Marlina, S.H.I., Pengawas Bina Madrasah Dra. Nunung S., serta Ketua Pokjawas Dra. Hj. Susinawati. Kehadiran para pimpinan dan pengawas madrasah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan kurikulum yang menekankan nilai-nilai cinta dan kemanusiaan di lingkungan pendidikan madrasah.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti sosialisasi. Diskusi dan tanya jawab antara peserta dan pemateri berlangsung aktif, membahas berbagai aspek Kurikulum Berbasis Cinta, mulai dari konsep dasar hingga tantangan penerapannya di madrasah. Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh guru MAN 1 Belitung mampu mengimplementasikan KBC secara konsisten demi mewujudkan pembelajaran yang humanis, inklusif, dan berkarakter. (Ss)
1.png)




