Dampingi Pesantren, Kemenag Belitung Sosialisasikan Program Inovasi Tren Berijo
Tanjungpandan (16/9) — Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung melalui Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) melaksanakan pendampingan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sekaligus sosialisasi program inovasi Tren Berijo pada Rabu, (16/9/2026) di Pondok Pesantren Annawawi dan Al Muqorrobin, Kecamatan Membalong. Kegiatan ini bertujuan memperkuat penerapan PHBS sekaligus mengenalkan inovasi yang dapat mendukung pengelolaan lingkungan dan kehidupan sehat di lingkungan pesantren.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Kasi PD Pontren Kemenag Belitung, Hj. Marlina, S.H.I., didampingi staf pelaksana PD Pontren. Pendampingan dilakukan secara langsung di lingkungan kedua pondok pesantren untuk melihat penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat serta memberikan penguatan kepada pengelola pesantren mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran.
Selain pendampingan PHBS, sosialisasi program Inovasi Tren Berijo menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Program inovasi ini diperkenalkan sebagai upaya mendorong pesantren agar semakin peduli terhadap kebersihan, kesehatan, dan pengelolaan lingkungan melalui langkah-langkah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui pendampingan PHBS dan sosialisasi program Inovasi Tren Berijo ini, kami ingin mendorong pesantren tidak hanya menjadi tempat pendidikan keagamaan, tetapi juga menjadi lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi para santri. Harapannya, program ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi kebiasaan positif yang berdampak bagi seluruh warga pesantren,” ujar Hj. Marlina.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat komitmen pondok pesantren dalam menerapkan PHBS sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Pendampingan dan sosialisasi tersebut menjadi langkah Kemenag Belitung untuk mendorong lahirnya lingkungan pesantren yang lebih sehat, tertata, dan mendukung pembentukan karakter santri. (Syarah)
Bagikan Berita