Kemarau Berkepanjangan, Pemda Gandeng Kemenag Belitung Ajak Warga Salat Istisqa
Tanjungpandan (24/9) – Pemerintah Kabupaten Belitung menggandeng Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung mengajak masyarakat bersama-sama melaksanakan Sholat Istisqo di halaman Kantor Pemkab Belitung, Kamis (24/9/2026) pukul 07.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menjadi ikhtiar bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang bermanfaat dan membawa keberkahan bagi masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Belitung, H. Suyanto, S.Ag., M.E., saat menjadi pembicara dalam podcast Kedai Pak Itam, Rabu malam (23/9/2026). Dalam kesempatan itu, H. Suyanto mengajak masyarakat untuk turut hadir, berdoa, memperbanyak istighfar, serta bersama-sama memohon turunnya hujan sebagai bentuk ikhtiar menghadapi kondisi kemarau.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Belitung untuk bersama-sama melaksanakan Sholat Istisqo dan berdoa kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan. Mari kita manfaatkan momentum ini untuk bermunajat, memperbanyak istighfar dan memohon agar hujan yang turun nantinya menjadi hujan yang bermanfaat dan membawa keberkahan bagi kita semua,” ujar H. Suyanto.
Sholat Istisqo tersebut diikuti masyarakat dan dilaksanakan dengan Drs. H. Banyamin sebagai imam serta Bustamin, S.Sos.I., M.E. sebagai khatib. Dalam khutbahnya, Bustamin mengajak jamaah menjadikan kondisi kekeringan dan ketidakmenentuan cuaca sebagai momentum untuk melakukan muhasabah, memperbanyak istighfar dan bertaubat kepada Allah SWT. Jamaah juga diajak menyadari bahwa kondisi tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kepedulian manusia terhadap lingkungan.
Khatib mengingatkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab sebagai khalifah di bumi, termasuk menjaga dan melindungi lingkungan. Kondisi lingkungan harus menjadi bahan introspeksi bersama, sehingga upaya menghadapi dampak kemarau dan menjaga keberlanjutan kehidupan perlu disertai komitmen untuk tidak menebang pohon sembarangan, memperkuat reboisasi, serta meningkatkan kepedulian terhadap pengelolaan lingkungan.
“Semua itu harus diawali dari setiap individu yang kemudian akan menjadi sebuah gerakan kolektif untuk merawat lingkungan untuk keberlanjutan kehidupan,” ujar Bustamin.
Sinergi Pemkab Belitung dan Kemenag Belitung dalam pelaksanaan Sholat Istisqo juga menjadi bagian dari semangat Kemenag Berdampak, dengan menghadirkan peran keagamaan untuk merespons kondisi yang dirasakan masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan warga melalui doa dan ikhtiar bersama.
Melalui Sholat Istisqo ini, Pemkab Belitung dan Kemenag Belitung berharap masyarakat dapat bersatu dalam doa sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Hujan yang dipanjatkan dalam doa diharapkan menjadi rahmat yang menghidupkan tanah, menyuburkan tanaman, serta memberikan manfaat dan keberkahan bagi kehidupan masyarakat.(Syarah)
Bagikan Berita