Komunikasi Jadi Fondasi, Kemenag Belitung Tanamkan Budaya Kerja Empatik
Tanjungpandan (11/9) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag Kabupaten Belitung mengikuti Sosialisasi Internalisasi Budaya Kerja Triwulan III Tahun 2026 melalui Zoom, Jumat (11/9/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini mengusung tema “Membangun Budaya Komunikasi yang Terbuka dan Saling Menguatkan” sebagai upaya memperkuat budaya kerja yang harmonis, profesional, dan produktif.
Kepala Kemenag Kabupaten Belitung, H. Suyanto, S.Ag., M.E., menekankan pentingnya keikutsertaan seluruh ASN dalam penguatan budaya kerja yang dilaksanakan secara berkelanjutan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum bagi ASN untuk memahami bahwa komunikasi yang sehat merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan kepada masyarakat. “Mengikuti penguatan budaya kerja ini penting bagi seluruh ASN Kemenag Kabupaten Belitung. Ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya, sehingga harus menjadi bagian dari upaya kita membangun budaya kerja yang semakin terbuka, solid, dan saling menguatkan,” ujar H. Suyanto.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Plh. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Gregorius Heri Eko Prasojo, S.S.B.Th. Selanjutnya, materi pertama bertajuk “Komunikasi sebagai Fondasi Budaya Kerja” disampaikan Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah, Parija, S.Ag., M.AP., yang menekankan pentingnya keterbukaan dan penerapan dialog dua arah secara konsisten dalam lingkungan kerja.
Parija menjelaskan bahwa pola komunikasi turut menentukan suasana dan kualitas budaya kerja. Komunikasi vertikal antara atasan dan bawahan perlu dibangun tanpa sikap otoriter, sementara komunikasi horizontal antarrekan kerja harus mampu menghilangkan ego sektoral; adapun komunikasi diagonal dan eksternal perlu dilakukan secara profesional dan ramah karena pelayanan ASN kepada masyarakat turut berdampak pada kepuasan kerja di lingkungan internal.
Materi kedua, “Komunikasi Empatik di Lingkungan Kerja”, disampaikan Plt. Pembimas Konghucu Kantor Wilayah, Ihsan Syarif, S.H., M.H. Materi ini mengajak ASN membangun hubungan kerja yang harmonis, profesional, dan produktif melalui lima langkah komunikasi empatik, yaitu mendengar, memahami, mengklarifikasi, merespons, dan memberikan solusi, sekaligus menghindari asumsi dan prasangka dengan membiasakan klarifikasi serta konfirmasi dan mampu mengendalikan reaksi.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, kemudian foto bersama dan penutupan. Melalui penguatan budaya kerja Triwulan III ini, Kemenag Kabupaten Belitung diharapkan semakin mampu membangun komunikasi yang terbuka, mengurangi kesalahpahaman, memperkuat kolaborasi antarpersonel, serta menghadirkan pelayanan keagamaan yang semakin ramah dan berkualitas bagi masyarakat. (Syarah)
Bagikan Berita