MTsN 1 Belitung Luncurkan Program Ketahanan Pangan Madrasah
Tanjungpandan (10/8) — MTsN 1 Belitung resmi meluncurkan Program Ketahanan Pangan Madrasah sebagai langkah nyata dalam membangun budaya hidup sehat, mandiri, disiplin, dan peduli lingkungan di kalangan peserta didik. Peluncuran program dilaksanakan pada Senin (10/8/26) di halaman MTsN 1 Belitung, setelah pelaksanaan upacara bendera.
Kegiatan peluncuran ditandai dengan pemberian perlengkapan makan dan minum oleh kepala Madrasah kepada Ketua Tim Ketahanan Pangan Sekolah. Perlengkapan tersebut berupa piring dan gelas yang diharapkan dapat digunakan siswa dalam kegiatan makan dan minum di lingkungan madrasah.
Program ini tidak hanya diarahkan untuk membangun kesadaran tentang pentingnya ketahanan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter. Siswa dibiasakan membawa dan menggunakan perlengkapan makan sendiri, menjaga kebersihan, mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai, serta tidak menyia-nyiakan makanan.
Kepala MTsN 1 Belitung, Yurliana, S.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa ketahanan pangan harus dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Ketahanan pangan ini kita mulai dari hal-hal yang sederhana. Anak-anak kita biasakan membawa bekal, membawa perlengkapan makan dan minum sendiri, menjaga kebersihan, serta tidak membuang-buang makanan. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara terus-menerus akan menjadi karakter,” ujar Yurliana.
Menurutnya, pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik. Kebiasaan menjaga kebersihan, bertanggung jawab terhadap barang yang digunakan, serta menghargai makanan merupakan bagian dari pembentukan akhlakul karimah.
“Anak-anak harus belajar bertanggung jawab terhadap apa yang mereka makan dan bagaimana mereka menjaga lingkungan. Kita ingin membangun budaya madrasah yang sehat, bersih, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan,” tambahnya.
Untuk mendukung keberlangsungan program, Tim Ketahanan Pangan Madrasah juga menyediakan box penyimpanan khusus untuk piring dan gelas siswa setelah digunakan. Fasilitas tersebut disiapkan agar perlengkapan makan dan minum dapat tersimpan dengan rapi, bersih, dan terorganisasi.
Keberadaan box penyimpanan tersebut sekaligus menjadi sarana pembiasaan bagi siswa untuk bertanggung jawab terhadap perlengkapan yang digunakan. Setelah selesai makan dan minum, siswa diarahkan untuk membersihkan, merapikan, dan menempatkan kembali piring serta gelas pada tempat yang telah disediakan.
Dengan demikian, siswa tidak hanya diajarkan untuk menggunakan perlengkapan makan dan minum pribadi, tetapi juga dibiasakan menerapkan prinsip “gunakan, bersihkan, rapikan, dan simpan kembali.”
Pembiasaan tersebut diharapkan mampu membangun budaya disiplin dan peduli kebersihan di lingkungan madrasah. Langkah sederhana ini juga menjadi upaya untuk menciptakan lingkungan madrasah yang lebih bersih, tertib, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga madrasah. (Faridwajdi)
Bagikan Berita