PT RAI Silaturahmi ke Kemenag Belitung, Koordinasikan Program Lingkungan untuk Inovasi Tren Berijo
Tanjungpandan (27/8) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung menerima kunjungan silaturahmi sekaligus koordinasi dari PT Rahanan Advance Indonesia (PT RAI) di Belitung, Rabu, (26/8/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) tersebut dihadiri tiga orang tim PT RAI dan disambut oleh Kasi PD Pontren, Hj. Marlina, S.H.I., didampingi Kasi Pendidikan Agama Islam (PAIS), Muhammad Fiqkih Sharendra, S.A.P., M.M., untuk membahas peluang sinergi program pengelolaan limbah dengan inovasi Tren Berijo.
Dalam pertemuan tersebut, tim PT RAI menyampaikan program perusahaan yang bergerak di bidang pengangkutan dan pengumpulan minyak jelantah serta limbah non-B3 secara profesional, aman, dan bertanggung jawab. Koordinasi dilakukan untuk melihat peluang program tersebut disandingkan dengan inovasi Tren Berijo yang dikembangkan di lingkungan Kemenag Kabupaten Belitung.
Hj. Marlina menyambut baik kedatangan tiga orang tim PT RAI beserta program yang ditawarkan. Menurutnya, koordinasi ini menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus memperkuat inovasi di lingkungan Kemenag Kabupaten Belitung. “Kita menyambut baik program ini. Koordinasi ini menjadi langkah awal agar program PT Rahanan Advance Indonesia dapat disandingkan dengan inovasi Tren Berijo, sehingga manfaatnya semakin luas dan berdampak,” ujar Hj. Marlina.
Sementara itu, Muhammad Fiqkih Sharendra, Kasi PAIS sekaligus koordinator tim inovasi Kemenag Kabupaten Belitung, menilai kunjungan PT RAI membuka peluang untuk mengembangkan inovasi yang lebih konkret dan berkelanjutan. Menurutnya, pengelolaan minyak jelantah dan limbah non-B3 dapat menjadi salah satu kegiatan yang mendukung semangat Tren Berijo.
“Kunjungan PT Rahanan Advance Indonesia ini menjadi momentum yang baik untuk membuka ruang kolaborasi antara program pengelolaan limbah dengan inovasi yang ada di Kemenag Kabupaten Belitung. Kami melihat peluang untuk mengembangkan Tren Berijo agar tidak hanya menjadi gerakan kepedulian lingkungan, tetapi juga memiliki kegiatan nyata dan berkelanjutan, salah satunya melalui pengelolaan minyak jelantah dan limbah non-B3,” ungkap Fiqkih.
Ia menambahkan, bentuk inovasi yang dapat dikembangkan antara lain edukasi pengelolaan limbah, pengumpulan minyak jelantah secara terarah, serta pelibatan madrasah, KUA, pegawai, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memberikan dampak ganda, yakni menjaga lingkungan sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah agar memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kasi PD Pontren tersebut menjadi langkah awal bagi Kemenag Kabupaten Belitung dan PT RAI untuk mematangkan bentuk kerja sama. Melalui sinergi ini, inovasi Tren Berijo diharapkan semakin konkret dan mampu menjadi gerakan bersama yang memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat Belitung. (Syarah)
Bagikan Berita