Lewati ke konten utama
Kembali ke berita
22 Agustus 2025 14:10 ngakan 556 views Berita Kemenag

SEAKAR CITA dan Deklarasi Pesantren Ramah Anak Digelar di Ponpes Cahaya Fajrul Islam Belitung

SEAKAR CITA dan Deklarasi Pesantren Ramah Anak Digelar di Ponpes Cahaya Fajrul Islam Belitung
Foto Kegiatan SEAKAR CITA dan Deklarasi Pesantren Ramah Anak di Ponpes Cahaya Fajrul Islam Belitung

Sijuk (20/8) – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kabupaten Belitung bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung menyelenggarakan kegiatan Sekolah Anak Raih Cita (SEAKAR CITA) sekaligus Deklarasi Pesantren Ramah Anak (PRA) di Pondok Pesantren Cahaya Fajrul Islam, Kecamatan Sijuk.

Kegiatan ini dihadiri jajaran DSPPPA Kabupaten Belitung, Kemenag Belitung, pengurus pondok pesantren, guru, wali santri, serta ratusan santri.

Acara diawali dengan sambutan Pimpinan Pondok Pesantren Cahaya Fajrul Islam, Ustadz Multazam, S.EI., M.E. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, sekaligus menjelaskan berbagai upaya yang telah dilakukan pesantren dalam menciptakan lingkungan ramah anak.

“Alhamdulillah, di pesantren kami sudah dilakukan pembinaan pencegahan bullying, kampanye anti-bullying, lomba kultum zero bullying, hingga lomba poster zero bullying. Semua ini kami lakukan untuk mewujudkan pesantren zero bullying sekaligus Pesantren Ramah Anak,” ungkapnya.

Acara kemudian dibuka resmi oleh Kepala DSPPPA Kabupaten Belitung yang diwakili Nina Kreasih, S.Psi. Ia menegaskan bahwa program SEAKAR CITA bertujuan mendukung para santri menggali bakat dan minat mereka untuk meraih cita-cita tanpa hambatan ekonomi maupun sosial.

“Kami ingin memastikan setiap anak memiliki hak yang sama untuk bersekolah, berkembang, dan tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, serta penuh kasih sayang,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Kemenag Belitung H. Suyanto, S.Ag., M.E dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, masyarakat, serta lembaga pendidikan dalam menciptakan lingkungan pendidikan inklusif dan ramah anak, khususnya di pondok pesantren.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Psikolog Eis Masitah, M.Psi., Direktur Growth Psychological Center. Melalui diskusi interaktif, permainan peran, serta tes minat bakat sederhana, para santri diajak mengenali diri dan potensi, membangun rasa percaya diri, mengelola emosi, serta merumuskan cita-cita yang ingin diraih di masa depan. Antusiasme tinggi terlihat dari santri yang mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat.

Puncak kegiatan ditandai dengan Deklarasi Pesantren Ramah Anak, dipimpin langsung oleh Ustadz Multazam bersama para ustadz, Ketua Yayasan, Ketua PKBM, perwakilan wali santri, serta seluruh santri yang hadir. Deklarasi ini disaksikan oleh Kepala DSPPPA Kabupaten Belitung H. Kasimin beserta jajaran, serta perwakilan Kemenag Belitung Hj. Marlina, S.HI.

Sebagai simbol komitmen, dilakukan penandatanganan deklarasi bersama serta penyematan pin Duta Anti-Bullying kepada perwakilan santri oleh H. Kasimin dan Hj. Marlina. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir sinergi nyata antara pemerintah, Kemenag, pesantren, dan masyarakat untuk mewujudkan Belitung sebagai daerah yang peduli pada hak-hak anak, serta mencetak generasi yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing. (Dsy)

Bagikan Berita

Alat komunikasi

Papan Komunikasi

Pilih kalimat cepat atau tuliskan kebutuhan Anda.

Menulis dan menggambar

Papan Tulis Mini

Gunakan mouse, stylus, atau sentuhan untuk menulis.

Text to speech

Pembaca Teks

Menggunakan suara Bahasa Indonesia yang tersedia pada perangkat.

Bantuan komunikasi

Bantuan Dengar & Transkripsi

Ubah ucapan menjadi teks agar percakapan lebih mudah diikuti. Fitur ini bukan pengganti alat bantu dengar medis.

Hasil transkripsi akan muncul di sini.

Mikrofon belum digunakan.

Unicode Braille

Braille Display

⠞⠑⠅⠎⠀⠃⠗⠁⠊⠇⠇⠑

Konversi Unicode mendukung huruf Latin, angka, dan tanda baca dasar. Dukungan perangkat Braille fisik mengikuti perangkat pengguna.

Desain universal

Informasi Aksesibel

  • Informasi pelayananGunakan bahasa sederhana, struktur yang jelas, dan format yang dapat dibaca.
  • Website dan aplikasiDapat dioperasikan dengan papan ketik dan mendukung pembaca layar.
  • Rambu dan markaGunakan kontras, simbol, dan ukuran teks yang mudah dikenali.
  • Media sosialSertakan teks alternatif, takarir, dan transkripsi bila diperlukan.
  • Layanan pengaduanSediakan pilihan komunikasi tertulis dan bantuan petugas.
Hubungi Petugas Layanan