Lewati ke konten utama
Kembali ke berita
22 Agustus 2025 13:18 ngakan 579 views Berita Kemenag

SEAKAR CITA dan Deklarasi Pesantren Ramah Anak Digelar di Ponpes Daarul Arofah Belitung

SEAKAR CITA dan Deklarasi Pesantren Ramah Anak Digelar di Ponpes Daarul Arofah Belitung
Foto Kegiatan SEAKAR CITA dan Deklarasi Pesantren Ramah Anak di Ponpes Daarul Arofah Belitung

Sijuk (19/8) – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kabupaten Belitung bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung menyelenggarakan kegiatan Sekolah Anak Raih Cita (SEAKAR CITA) sekaligus Deklarasi Pesantren Ramah Anak (PRA) di Pondok Pesantren Daarul Arofah, Desa Keciput, Kecamatan Sijuk.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran DSPPPA Kabupaten Belitung, Kemenag Belitung, pengurus pondok pesantren, guru, serta para santri.

Acara dibuka oleh Kepala DSPPPA Belitung yang diwakili oleh Nina Kreasih, S.Psi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa program SEAKAR CITA hadir untuk mendukung santri dalam menggali bakat dan minat demi meraih cita-cita tanpa hambatan sosial maupun ekonomi.

“Kami ingin memastikan setiap anak memiliki hak yang sama untuk mengenyam pendidikan dan tumbuh di lingkungan yang aman, nyaman, serta penuh kasih sayang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Belitung yang diwakili Kasi Pendidikan Diniyah Takmiliyah Hj. Marlina, S.HI menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah anak.

“Deklarasi Pesantren Ramah Anak merupakan komitmen bersama agar pesantren menjadi tempat yang aman, bebas dari kekerasan, diskriminasi, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” tegasnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Arofah, Ustadz Slamet Fadzri, S.Pd.I, turut mengapresiasi kegiatan ini dan mendorong para santri untuk mengikuti rangkaian acara dengan sungguh-sungguh.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh psikolog Kak Alisa dan Kak Likha, yang membahas tentang mengenali diri dan potensi, membangun rasa percaya diri, mengelola emosi, pentingnya cita-cita, motivasi belajar, serta komunikasi positif.

Santri terlihat antusias mengikuti seluruh sesi, yang kemudian ditutup dengan Deklarasi Pesantren Ramah Anak. Deklarasi tersebut dipimpin oleh Ustadz Slamet Fadzri dan diikuti para santri, disaksikan oleh DSPPPA dan Kemenag Belitung. Acara diakhiri dengan penandatanganan deklarasi serta sesi foto bersama.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terbentuk sinergi antara pemerintah, Kemenag, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan Belitung sebagai daerah yang peduli terhadap hak-hak anak, serta memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-cita. (Dsy)

Bagikan Berita

Alat komunikasi

Papan Komunikasi

Pilih kalimat cepat atau tuliskan kebutuhan Anda.

Menulis dan menggambar

Papan Tulis Mini

Gunakan mouse, stylus, atau sentuhan untuk menulis.

Text to speech

Pembaca Teks

Menggunakan suara Bahasa Indonesia yang tersedia pada perangkat.

Bantuan komunikasi

Bantuan Dengar & Transkripsi

Ubah ucapan menjadi teks agar percakapan lebih mudah diikuti. Fitur ini bukan pengganti alat bantu dengar medis.

Hasil transkripsi akan muncul di sini.

Mikrofon belum digunakan.

Unicode Braille

Braille Display

⠞⠑⠅⠎⠀⠃⠗⠁⠊⠇⠇⠑

Konversi Unicode mendukung huruf Latin, angka, dan tanda baca dasar. Dukungan perangkat Braille fisik mengikuti perangkat pengguna.

Desain universal

Informasi Aksesibel

  • Informasi pelayananGunakan bahasa sederhana, struktur yang jelas, dan format yang dapat dibaca.
  • Website dan aplikasiDapat dioperasikan dengan papan ketik dan mendukung pembaca layar.
  • Rambu dan markaGunakan kontras, simbol, dan ukuran teks yang mudah dikenali.
  • Media sosialSertakan teks alternatif, takarir, dan transkripsi bila diperlukan.
  • Layanan pengaduanSediakan pilihan komunikasi tertulis dan bantuan petugas.
Hubungi Petugas Layanan