SLB Negeri Tanjungpandan Sosialisasikan OM dan Guiding Block bagi Petugas PTSP Kemenag Belitung
TANJUNGPANDAN — SLB Negeri Tanjungpandan melaksanakan sosialisasi Orientasi Mobilitas (OM) dan pemasangan guiding block bagi petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung pada Selasa (20/10/2026), bertempat di Kantor Kemenag Kabupaten Belitung. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman petugas dalam memberikan pelayanan publik yang ramah, aman, dan inklusif bagi penyandang disabilitas, khususnya tunanetra.
Kegiatan ini dihadiri Septy Dwi Yolanda, S.Pd., selaku pengarah sekaligus guru tunanetra; Ninda, S.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan; Novi Surya Putra, selaku pengarah; serta Yosi Nur Aini, siswi kelas IX SLB Negeri Tanjungpandan. Dari pihak Kemenag, kegiatan didampingi Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Hj. Marlina, S.H.I., PIC Ramah Kelompok Rentan, Syarah Oktrissyanti, S.I.Kom., M.M., serta petugas PTSP.
Dalam sosialisasi Orientasi Mobilitas (OM), peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik berjalan dan cara mendampingi tunanetra, termasuk cara menyambut tamu disabilitas, mengarahkan mereka untuk duduk, serta menerapkan tata cara bersalaman yang tepat. Materi disampaikan melalui penjelasan dan praktik langsung agar petugas dapat memberikan bantuan secara tepat dengan tetap menghormati kemandirian dan kenyamanan penyandang disabilitas.
Selain sosialisasi OM, kegiatan ini juga membahas pemasangan guiding block atau jalur pemandu bagi tunanetra, mulai dari area luar kantor hingga menuju area PTSP. Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman tentang pentingnya jalur pemandu yang terarah dan berkesinambungan untuk membantu tunanetra mengakses layanan secara lebih aman dan mandiri.
Peserta juga mempraktikkan cara berjalan mengikuti guiding block di lingkungan Kantor Kemenag Kabupaten Belitung. Melalui praktik tersebut, petugas diharapkan memahami fungsi jalur pemandu serta pentingnya aksesibilitas dari area luar kantor hingga ke tempat pelayanan PTSP, sehingga penyandang disabilitas dapat menjangkau layanan dengan lebih mudah.
Septy Dwi Yolanda, S.Pd., selaku guru tunanetra dan pendamping kegiatan, menyampaikan bahwa sosialisasi ini penting untuk meningkatkan pemahaman petugas terhadap kebutuhan tunanetra. “Melalui kegiatan ini, kami berharap petugas PTSP semakin memahami cara mendampingi dan berinteraksi dengan penyandang tunanetra secara tepat. Selain itu, keberadaan guiding block yang terarah hingga ke area pelayanan sangat penting untuk mendukung mobilitas yang aman, nyaman, dan mandiri,” ujarnya.
Melalui sosialisasi OM dan guiding
block ini, Kemenag Kabupaten Belitung diharapkan semakin memperkuat
komitmen dalam mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan ramah kelompok
rentan. Peningkatan kompetensi petugas serta dukungan sarana aksesibilitas
menjadi langkah penting untuk memastikan penyandang disabilitas memperoleh
pelayanan yang setara, mudah diakses, dan bermartabat. (Syarah)
Bagikan Berita