Apel Pagi Jadi Momentum, Kemenag Belitung Teguhkan Komitmen Pelayanan Publik Ramah Kelompok Rentan
Tanjungpandan (28/9) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung memperkuat komitmen terhadap layanan pendidikan dan keagamaan yang berdampak bagi masyarakat melalui Apel Pagi Awal Pekan, Senin (28/9/2026), di halaman Kantor Kemenag Belitung. Kegiatan yang dipimpin Ketua Pokjaluh Kabupaten Belitung, Bustamin, S.Sos.I, M.E. tersebut diikuti Kepala Kemenag Kabupaten Belitung, Kasubbag TU, para kepala seksi (kasi), Ketua Pokjawas, serta seluruh ASN untuk memperkuat kinerja, kolaborasi, inovasi, dan kualitas pelayanan.
Dalam amanatnya, Bustamin menyampaikan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam kegiatan keagamaan, termasuk pelaksanaan salat istisqa yang merupakan kolaborasi Kemenag dan Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung pada Kamis (24/9/2026). Menurutnya, pelibatan banyak pihak menjadi bagian dari ikhtiar bersama, sekaligus memperluas ruang doa dan kebersamaan masyarakat dalam menghadapi persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.
“Kenapa harus melibatkan orang banyak? Karena dari semua orang yang hadir, kita tidak tahu doa siapa yang diterima. Ini menjadi bagian dari ikhtiar kita bersama dalam memohon pertolongan Allah,” ujar Bustamin.
Ia juga menegaskan peran Penyuluh Agama Islam sebagai ujung tombak Kementerian Agama dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat, termasuk pesan Menteri Agama. Peran tersebut diharapkan mampu memperkuat kehadiran Kemenag di tengah masyarakat melalui pembinaan yang komunikatif, responsif, dan memberikan manfaat nyata.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman keberhasilan proses kenaikan pangkat tiga pegawai, yakni H. Ahmad Tibroni, S.HI., M.E., Hendra Zairina, S.Ag., M.E., dan Uniyati Alamsyah, S.Ag. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penandatanganan komitmen pelayanan publik bagi kelompok rentan serta penyampaian maklumat khusus pelayanan kelompok rentan sebagai bentuk penguatan pelayanan yang inklusif.
Apel ditutup dengan ajakan mengawali setiap aktivitas dengan lafaz basmalah sebagai wujud pengabdian. Komitmen tersebut menjadi penegasan bahwa pelaksanaan tugas Kemenag Belitung tidak hanya berorientasi pada penyelesaian administrasi, tetapi bermuara pada layanan pendidikan dan keagamaan yang nyata, responsif, inklusif, dan berkelanjutan bagi masyarakat. (Syarah)
Bagikan Berita