Dinkes Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor, Kemenag Belitung Hadiri Rakor Deteksi Dini Pencegahan Penyakit
Tanjungpandan (28/9) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung, H. Suyanto, S.Ag., M.E., menghadiri Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Deteksi Dini, Preventif dan Respons Penyakit Tingkat Kabupaten Belitung yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Senin (28/9/2026), di Grand Hatika Hotel, Tanjungpandan. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan koordinasi, membangun komitmen bersama, serta mengevaluasi capaian program pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) di Kabupaten Belitung.
Rakor tersebut mempertemukan unsur lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, Kemenag Belitung, BPJS Kesehatan, Balai Kekarantinaan Kesehatan, kecamatan, puskesmas, pemerintah desa, organisasi profesi kesehatan hingga fasilitas pelayanan kesehatan. Pada pelaksanaan hari pertama, kegiatan diikuti 61 peserta, sehingga forum ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat sinergi pencegahan dan pengendalian penyakit di tingkat kabupaten hingga masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan penguatan mengenai kebijakan dan strategi pelaksanaan deteksi dini, preventif dan respons penyakit. Selain itu, disampaikan pula sosialisasi dan kampanye Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis Kabupaten Belitung Tahun 2026 dan 2027, dilanjutkan dengan pemaparan hasil program, evaluasi permasalahan serta penyusunan rencana tindak lanjut.
H. Suyanto mengatakan, keterlibatan Kemenag dalam koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting untuk mendukung upaya pencegahan penyakit di masyarakat. Menurutnya, sinergi antarlembaga diperlukan agar pesan-pesan kesehatan dapat diperkuat melalui berbagai lingkungan pelayanan dan pembinaan masyarakat.
“Pencegahan penyakit membutuhkan komitmen dan kerja bersama. Kemenag Kabupaten Belitung siap mendukung penguatan edukasi dan kesadaran masyarakat melalui sinergi lintas sektor, sehingga upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit dapat berjalan lebih luas dan berkelanjutan,” ujar H. Suyanto.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan diskusi, evaluasi pelaksanaan program P2P, identifikasi permasalahan dan kendala, serta penyusunan rencana tindak lanjut dan komitmen bersama. Langkah tersebut diarahkan agar hasil evaluasi tidak berhenti pada pembahasan, tetapi diterjemahkan menjadi tindak lanjut yang dapat memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Belitung.
Kegiatan koordinasi dan evaluasi dijadwalkan kembali pada Rabu, 30 September 2026, dengan melibatkan 59 peserta dari unsur pemerintah kecamatan dan desa, TP PKK, organisasi profesi kesehatan, rumah sakit, klinik, puskesmas, kader, serta jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung. Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan menjadi pijakan bersama dalam memperkuat deteksi dini, pencegahan, dan respons penyakit di Kabupaten Belitung. (Syarah)
Bagikan Berita