Kemenag Belitung Ikut Perkuat Kerukunan Lewat Dialog Kebangsaan 2026
Tanjungpandan (29/8) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung menegaskan komitmennya memperkuat kerukunan dan persatuan masyarakat melalui keikutsertaan dalam Dialog Kebangsaan dan Kerukunan Lintas Agama Kabupaten Belitung Tahun 2026, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Billiton City Club, Tanjungpandan, dilanjutkan dengan ziarah, tabur bunga, dan doa bersama di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ksatria Tumbang Ganti sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kemenag Belitung hadir memenuhi undangan melalui Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Marwandi, S.H., M.E., yang mewakili Kepala Kemenag Kabupaten Belitung. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forkopimda, pemerintah daerah, serta tokoh dan perwakilan berbagai agama untuk menjaga kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan harmonis.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendeklarasikan komitmen bersama untuk merawat kerukunan umat beragama, menghormati perbedaan keyakinan, memperkuat toleransi, serta menolak intoleransi, diskriminasi, kekerasan, provokasi, ujaran kebencian, dan berita bohong yang berpotensi memecah persatuan. Komitmen ini menjadi langkah penting untuk memperkuat nilai kebangsaan sekaligus mendorong masyarakat menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam pembangunan daerah.
Marwandi menyampaikan bahwa Kemenag Belitung memandang kerukunan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah. “Kerukunan harus kita rawat bersama dengan saling menghormati perbedaan, memperkuat toleransi, dan menjadikan nilai-nilai agama sebagai kekuatan untuk menghadirkan kedamaian serta persaudaraan di tengah masyarakat,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin, 31 Agustus 2026.
Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, FKUB, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat diperlukan untuk menghadapi tantangan kerukunan di tengah derasnya arus informasi. Menurutnya, masyarakat perlu bersama-sama menangkal hoaks, ujaran kebencian, provokasi, dan sikap intoleran agar keberagaman di Belitung tetap menjadi modal sosial untuk memperkokoh persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, penampilan lintas agama, menyanyikan Indonesia Raya, sambutan pemerintah daerah, deklarasi komitmen bersama, peluncuran miniatur simbol kerukunan umat beragama, dan doa lintas agama. Selanjutnya, peserta menuju TMP Ksatria Tumbang Ganti untuk ziarah dan tabur bunga yang dirangkai dengan Dialog Kebangsaan dan Kerukunan Lintas Agama serta ramah tamah.
Kehadiran Kemenag Belitung dalam kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi lintas agama dan lintas lembaga dalam menjaga kondusivitas daerah. Semangat kerukunan yang dibangun melalui dialog dan aksi bersama diharapkan tidak berhenti pada deklarasi, tetapi diwujudkan dalam langkah nyata untuk menjadikan Belitung sebagai daerah yang rukun, toleran, dan semakin kuat dalam persatuan. (Syarah)
Bagikan Berita