Kepala KUA Tanjungpandan Kunjungi Majelis Taklim Gabungan, Sampaikan Ceramah Agama dan Program Pembinaan Umat
Tanjungpandan, 28 Oktober 2026 — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanjungpandan, Wahyudi, S.Ei., M.M., melaksanakan kunjungan dan silaturahmi bersama jamaah Majelis Taklim Gabungan pada Rabu (28/10/2026), pukul 10.00 WIB, bertempat di Masjid Nurul Huda.
Kegiatan ini diikuti oleh tiga majelis taklim, yaitu Majelis Taklim Nurul Huda Kelurahan Lesung Batang, Majelis Taklim Al-Ma'rij Kelurahan Paal Satu, dan Majelis Taklim Baiturrahman Desa Aik Ketekok.
Pertemuan tersebut menjadi sarana untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, meningkatkan semangat menuntut ilmu agama, serta memperkuat sinergi antara KUA dan masyarakat dalam pembinaan kehidupan beragama.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyudi, S.Ei., M.M., menyampaikan ceramah agama yang menekankan pentingnya kesungguhan dalam menuntut ilmu. Beliau mengajak para ibu majelis taklim untuk senantiasa menjaga semangat belajar, memperdalam pemahaman agama, serta mengamalkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Salah satu materi yang disampaikan adalah enam syarat keberhasilan dalam menuntut ilmu, yaitu:
1. Dzuka'un (Kecerdasan)
Kecerdasan merupakan kemampuan akal untuk menangkap, memahami, dan mencerna ilmu. Kemampuan ini dapat terus diasah melalui kebiasaan belajar, membaca, berpikir, dan menjaga kebersihan hati.
2. Hirshun (Semangat dan Kemauan yang Kuat)
Menuntut ilmu membutuhkan semangat, rasa ingin tahu, dan kemauan yang kuat. Seorang pencari ilmu hendaknya tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
3. Ijtihadun (Kesungguhan)
Ilmu tidak dapat diperoleh hanya dengan bermalas-malasan. Diperlukan kerja keras, kedisiplinan, dan konsistensi agar proses belajar memberikan hasil yang bermanfaat.
4. Bulghatun (Bekal atau Biaya)
Menuntut ilmu membutuhkan bekal sesuai kemampuan, baik untuk keperluan transportasi, buku, alat tulis, maupun kebutuhan lain yang menunjang proses belajar.
5. Suhbatu Ustadz (Bimbingan Guru)
Berguru merupakan bagian penting dalam menuntut ilmu. Seorang pencari ilmu perlu menghormati guru, mengikuti bimbingannya, serta belajar dari sumber yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
6. Thulu Zaman (Waktu yang Panjang)
Menuntut ilmu merupakan proses bertahap yang membutuhkan kesabaran dan ketekunan. Belajar tidak dapat dilakukan secara instan, melainkan harus terus berlangsung sepanjang hayat.
Melalui materi tersebut, para jamaah diharapkan semakin termotivasi untuk menghadiri majelis ilmu secara rutin, memperkuat pemahaman keislaman, serta menjadi teladan dalam membangun keluarga yang religius dan harmonis.
Selain menyampaikan ceramah agama, Kepala KUA Kecamatan Tanjungpandan juga memaparkan sejumlah rencana program KUA ke depan yang melibatkan para penyuluh agama Islam dan penghulu. Beberapa program yang direncanakan antara lain perlombaan antarmajelis taklim, pengajian akbar di Kecamatan Tanjungpandan, serta berbagai kegiatan pembinaan keagamaan lainnya.
Program-program tersebut diharapkan dapat menjadi wadah silaturahmi, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan keagamaan, sekaligus mendorong majelis taklim agar semakin aktif dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil 'alamin.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya KUA Kecamatan Tanjungpandan untuk mendekatkan pelayanan dan pembinaan keagamaan kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara KUA, penyuluh agama Islam, penghulu, dan majelis taklim, diharapkan terbangun masyarakat yang semakin memahami ajaran agama, menjaga kerukunan, serta berperan aktif dalam mewujudkan kehidupan beragama yang damai dan harmonis.
KUA Kecamatan Tanjungpandan berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dengan berbagai unsur masyarakat demi meningkatkan kualitas pembinaan umat dan menghidupkan semangat menuntut ilmu di tengah kehidupan bermasyarakat. (Nisa)
Bagikan Berita