Unpad Bersama Dinkes Belitung Libatkan Kemenag Selaraskan Renja Kesehatan 2027
Tanjungpandan (29/9) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung turut hadir dalam Workshop Diseminasi Rencana Kerja Dinas Kesehatan Tahun 2027 Kabupaten Belitung yang digelar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Selasa (29/9/2026), di Hotel Swiss-Belresort Belitung. Kegiatan ini bertujuan menyelaraskan rencana kerja kesehatan 2027, memperkuat tata kelola program dan anggaran, serta mendorong sinergi lintas sektor untuk pencapaian indikator kinerja daerah.
Kemenag Belitung diwakili Kasi Pendidikan Agama Islam (PAIS), Muhammad Fiqkih Sharendra, S.A.P., M.M., yang hadir mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung. Kehadiran Kemenag bersama unsur pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, organisasi profesi, kecamatan, UPT, UPTD, RSUD, dan perangkat daerah lainnya menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam perencanaan pembangunan kesehatan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Workshop tersebut memuat pemaparan arah kebijakan pembangunan daerah dan prioritas kesehatan 2027, penguatan tata kelola anggaran kesehatan dan akuntabilitas SIPD, serta sinergi lintas sektor dalam pencapaian indikator kinerja daerah. Selain itu, peserta membahas draft Rencana Kerja Dinas Kesehatan 2027 yang mencakup program, kegiatan, subkegiatan, indikator kinerja, pagu indikatif, serta peran UPT/UPTD, Labkesda, dan OPD terkait.
Muhammad Fiqkih Sharendra menegaskan bahwa keterlibatan Kemenag penting untuk memastikan agenda pembangunan kesehatan dapat bersinergi dengan program pembinaan masyarakat di lingkungan keagamaan. “Kehadiran Kemenag dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen untuk mendukung sinergi lintas sektor, khususnya agar program kesehatan dapat diterjemahkan dan diperkuat melalui pembinaan masyarakat serta lingkungan pendidikan dan keagamaan,” tegasnya.
Melalui forum ini, Kemenag Belitung diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam penguatan koordinasi lintas sektor, terutama dalam mendukung upaya promotif dan preventif di lingkungan masyarakat serta satuan pendidikan keagamaan. Sinergi tersebut menjadi langkah bersama untuk memastikan perencanaan kesehatan 2027 tidak berhenti pada dokumen, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Belitung. (Syarah)
Bagikan Berita