Upacara Hari Pramuka ke-65, Saka Amal Bakti Kemenag Belitung Teguhkan Semangat Pengabdian
Tanjungpandan (12/9) — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Belitung menggelar Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Bumi Perkemahan Juru Seberang, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB tersebut diikuti jajaran anggota dan pengurus Pramuka serta para undangan, termasuk Saka Pramuka Amal Bakti Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung. Keikutsertaan Saka Pramuka Amal Bakti Kemenag Belitung menjadi bagian dari dukungan terhadap gerakan Pramuka dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, terampil, berwawasan kebangsaan, serta memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung, H. Suyanto, S.Ag., M.E., didampingi Plt. Kasi Pendidikan Madrasah sekaligus Wakil Pimpinan Saka Pramuka Amal Bakti Kementerian Agama Kabupaten Belitung, Hj. Marlina, S.H.I., Tim Humas, Syarah Oktrissyanti, S.I.Kom., M.M., serta perwakilan satuan madrasah turut mengikuti rangkaian upacara. Keikutsertaan Kemenag Belitung dalam kegiatan tersebut menunjukkan dukungan terhadap gerakan Pramuka sebagai salah satu wadah pembinaan generasi muda, khususnya dalam penguatan karakter, kedisiplinan, keterampilan, wawasan kebangsaan, dan kepedulian sosial.
Dalam amanat pembina upacara yang dibacakan K.A. Azhami, S.E., M.A.P., Kepala Bapenda Kabupaten Belitung, disampaikan amanat Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Kak Komjen Pol (Purn) Budi Waseso. Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa selama 65 tahun, Gerakan Pramuka telah tumbuh dari generasi ke generasi serta melahirkan pemimpin dan berbagai profesi yang mengabdikan diri bagi negara. Nilai-nilai Dwi Darma dan Tri Satya disebut terus menjadi landasan dalam membentuk pribadi yang tangguh. Gerakan Pramuka juga didorong agar tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi mampu hadir melalui kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Amanat tersebut turut menekankan pentingnya Pramuka beradaptasi dari pola belajar melalui praktik (learning by doing) menuju pembelajaran berbasis inovasi (learning by innovation). Semangat tersebut diwujudkan melalui kreativitas, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepedulian terhadap lingkungan, pengembangan kewirausahaan sejak usia muda, hingga dukungan terhadap upaya swasembada pangan. Di tengah berbagai tantangan, seperti perubahan dunia kerja, persoalan sosial, perundungan, perjudian, serta menurunnya kepedulian sosial, generasi muda diharapkan tetap berpegang pada nilai-nilai Dwi Darma dan semangat kebangsaan. Teknologi juga diharapkan dapat dimanfaatkan secara bijak untuk memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Pramuka bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi ruang untuk membentuk karakter, kedisiplinan, keterampilan, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian. Peringatan Hari Pramuka ke-65 ini merupakan bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda agar mampu berinovasi, berkarakter, dan memberikan manfaat bagi keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar K.A. Azhami.
Ia berharap semangat Pramuka terus tumbuh di lingkungan pendidikan dan keagamaan sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang terampil, berkarakter, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu menyongsong Indonesia Emas 2045.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan peserta Jambore Nasional, pengumuman pemenang Pawai Kreativitas Lentera (Pawai Tanglong) Kwarcab Gerakan Pramuka Belitung Tahun 2026, serta berbagai lomba Pramuka. Prestasi turut diraih madrasah di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Belitung. MTsN 1 Belitung berhasil meraih Juara II Golongan Penggalang Putra, sementara MAN 1 Belitung meraih Juara III Golongan Penegak Putri. Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menerjemahkan semangat Hari Pramuka ke-65 tidak hanya melalui upacara, tetapi juga melalui karya, kreativitas, prestasi, dan pengabdian nyata bagi kemajuan daerah serta Indonesia. (Syarah)
Bagikan Berita