Kakan Kemenag Belitung Resmikan Mushola Al-Fath Sijuk untuk Wisatawan Agrowisata De Membarongan
SIJUK – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung mendorong penguatan fasilitas keagamaan di kawasan wisata melalui peresmian Mushola Al-Fath di Agrowisata De Membarongan, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Jumat (30/10/2026). Kehadiran fasilitas ibadah ini diharapkan memberikan kemudahan bagi wisatawan muslim sekaligus memperkuat nilai religius dalam pengembangan destinasi wisata.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Belitung, H. Suyanto, S.Ag., M.E., secara resmi melaunching mushola yang berlokasi di Jalan Kampung Pendalaman RT 02 RW 01 No. 003, Dusun Ulu, Desa Sijuk. Peresmian tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap tersedianya sarana ibadah yang memadai di lingkungan wisata, sehingga aktivitas rekreasi masyarakat dapat berjalan selaras dengan kebutuhan menjalankan ibadah.
Dalam sambutannya, H. Suyanto menyampaikan apresiasi kepada pengelola Agrowisata De Membarongan atas inisiatif menghadirkan Mushola Al-Fath. Menurutnya, fasilitas keagamaan di kawasan wisata memiliki peran penting dalam memberikan pelayanan kepada pengunjung.
“Keberadaan mushola ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat menunaikan salat bagi wisatawan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan. Kami mengapresiasi kepedulian pengelola yang telah menyediakan fasilitas ibadah bagi masyarakat dan para pengunjung,” ungkap H. Suyanto.
Kegiatan launching tersebut turut dihadiri Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Belitung, Sopian AR, S.Pd.I., beserta anggota, tokoh agama Sijuk, Drs. H. Erwandi S. Rani, tokoh pemuda, Usman, serta ibu-ibu penggiat kuliner Belitung. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini mencerminkan dukungan bersama terhadap pengembangan kawasan wisata yang tetap memperhatikan aspek sosial, budaya, dan keagamaan.
Sementara itu, pengelola Agrowisata De Membarongan berharap Mushola Al-Fath dapat menjadi fasilitas yang bermanfaat dan terbuka bagi seluruh pengunjung. Setelah prosesi peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan menikmati beragam sajian kuliner khas Belitung, mulai dari kukus menggaleh, mi rebus Belitung, hingga aneka makanan dan minuman tradisional.
Dengan diresmikannya Mushola Al-Fath, Kemenag Belitung berharap pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Belitung semakin memperhatikan kebutuhan spiritual masyarakat. Sinergi antara pemerintah, pengelola wisata, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan mampu menghadirkan destinasi wisata yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga ramah terhadap kebutuhan ibadah wisatawan. (Syarah)
Bagikan Berita