Konten Digital Jadi Pesan Dakwah, Kemenag Belitung Dampingi Pelatihan Penyuluh Agama
Tanjungpandan (15/9) — Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Belitung menggelar Pelatihan Pembuatan Konten Media Sosial bagi para Penyuluh Agama, Selasa (15/9/2026), di Ruang PLHUT Kantor Kementerian Haji Kabupaten Belitung. Kegiatan yang diikuti para Penyuluh Agama ini bertujuan meningkatkan kemampuan content creator dan pengelolaan konten digital sebagai sarana memperkuat dakwah serta memperluas jangkauan informasi dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti Kepala Kemenag Kabupaten Belitung, H. Suyanto, S.Ag., M.E., bersama Plt. Kasi Bimas Islam, Muhammad Fiqkih Sharendra, S.A.P., M.M., serta para Penyuluh Agama Kabupaten Belitung. Pelatihan difokuskan pada pengembangan keterampilan praktis dalam membuat konten yang menarik, informatif, edukatif, dan sesuai dengan etika komunikasi di media sosial.
Pelatihan menghadirkan Andri Wijaya, S.T., Tim Perencana Kantor Kemenag Kabupaten Belitung, sebagai narasumber yang memberikan materi desain grafis dan video editing. Selain itu, Indah Musa, S.Par seorang content creator, turut menjadi narasumber untuk memberikan wawasan dan pengalaman dalam menghasilkan konten digital yang kreatif serta relevan dengan perkembangan media sosial.
Kepala Kemenag Kabupaten Belitung, H. Suyanto, menekankan pentingnya kehati-hatian penyuluh dalam memproduksi dan menyebarkan informasi melalui media digital. “Kita harus paham kode etik jurnalistik. Tidak boleh menyebarkan berita hoaks dan tidak menyinggung perasaan orang. Membuat konten harus hati-hati,” tegasnya. Ia juga mendorong penyuluh untuk menampilkan potensi dan kerja nyata mereka melalui konten yang bersumber dari kegiatan bimbingan, konsultasi, dakwah, pembinaan di sekolah, hingga majelis taklim.
Sementara itu, Ketua IPARI Kabupaten Belitung, Dra. Rasmaili, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya IPARI meningkatkan kinerja organisasi, khususnya dalam bidang pengembangan SDM, pendidikan, dan pelatihan. “Kami ingin para penyuluh tidak hanya mampu menyampaikan dakwah secara langsung, tetapi juga mampu mengemas pesan-pesan keagamaan dalam bentuk konten digital yang kreatif, positif, dan dapat menjangkau masyarakat lebih luas,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, IPARI Kabupaten Belitung diharapkan semakin mampu mendorong penyuluh beradaptasi dengan perkembangan teknologi komunikasi. Kemampuan membuat desain dan video yang baik menjadi bekal untuk memperkuat kehadiran dakwah penyuluh di ruang digital secara santun, edukatif, dan bertanggung jawab. (Syarah)
Bagikan Berita