Kembali ke berita
20 Agustus 2026 14:31 Farid 19 views Berita Madrasah

Perkuat Perlindungan Anak, Guru BK MTsN 1 Belitung Ikuti Kegiatan Pencegahan Kekerasan Anak

Perkuat Perlindungan Anak, Guru BK MTsN 1 Belitung Ikuti Kegiatan Pencegahan Kekerasan Anak
Foto Perkuat Perlindungan Anak, Guru BK MTsN 1 Belitung Ikuti Kegiatan Pencegahan Kekerasan Anak

Tanjungpandan  (20/8) — Upaya memperkuat perlindungan dan pencegahan kekerasan terhadap anak terus dilakukan melalui sinergi berbagai pihak. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Belitung menyelenggarakan kegiatan pencegahan kekerasan terhadap anak, Kamis (20/8/2026), bertempat di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Belitung.

Kegiatan tersebut diikuti berbagai unsur yang memiliki peran dalam perlindungan anak, mulai dari organisasi kemasyarakatan (Ormas), lembaga adat, lembaga profesi, media massa, dunia usaha, pondok pesantren, guru PAUD, SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA, hingga Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

MTsN 1 Belitung turut berpartisipasi melalui kehadiran Guru Bimbingan dan Konseling (BK), Siti Isniawati, yang mengikuti kegiatan tersebut. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari komitmen madrasah dalam memperkuat kapasitas pendidik untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, ramah, dan bebas dari kekerasan terhadap anak.

Dalam kegiatan tersebut, Para peserta mendapatkan berbagai materi dari sejumlah narasumber, di antaranya Kanit PPA, Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 AT Polri, Ketua TP PKK Kabupaten Belitung, serta lembaga perlindungan anak.

Salah satu materi yang menjadi perhatian disampaikan Ketua PKK Kabupaten Belitung. Tri Wahyuni, yang mengangkat tema Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak, Pencegahan Kekerasan dan Penanganan Khusus Anak. Materi tersebut menekankan pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama dan utama dalam memberikan perlindungan, pendampingan, serta pemenuhan hak-hak anak.

Guru BK MTsN 1 Belitung, Siti Isniawati, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai upaya pencegahan kekerasan sekaligus penanganan yang tepat ketika anak menghadapi berbagai persoalan.

“Kegiatan ini sangat penting bagi kami sebagai guru BK karena memberikan pemahaman yang lebih luas tentang upaya pencegahan kekerasan terhadap anak serta penanganan yang tepat ketika anak menghadapi permasalahan. Kami tidak hanya dituntut untuk memberikan pendampingan di lingkungan madrasah, tetapi juga harus mampu mengenali tanda-tanda kekerasan dan membangun komunikasi yang aman serta terbuka dengan peserta didik,” ujar Siti.

Menurutnya, perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, madrasah, pemerintah, dan masyarakat.

“Perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini, kami mendapatkan wawasan yang dapat diterapkan dalam layanan bimbingan dan konseling di madrasah. Harapannya, MTsN 1 Belitung dapat terus menjadi lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik,” ungkapnya.

Selain keluarga, satuan pendidikan memiliki posisi strategis dalam mendeteksi secara dini potensi kekerasan terhadap anak. Guru, khususnya Guru BK, diharapkan mampu menjadi pendamping yang responsif bagi peserta didik serta membangun komunikasi terbuka sehingga berbagai persoalan anak dapat ditangani secara tepat dan sedini mungkin.

Bagi MTsN 1 Belitung, keikutsertaan Guru BK dalam kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat layanan bimbingan dan konseling sekaligus mendukung terciptanya budaya madrasah yang mengedepankan perlindungan, penghormatan terhadap hak anak, serta penyelesaian masalah secara edukatif dan humanis. (Faridwajdi)

Bagikan Berita