Lewati ke konten utama
Kembali ke berita
15 Oktober 2025 09:25 ngakan 957 views Berita Kemenag

Kemenag Belitung Dorong Program Bimwin dan BRUS untuk Cegah Stunting dari Hulu

Kemenag Belitung Dorong Program Bimwin dan BRUS untuk Cegah Stunting dari Hulu
Foto kegiatan Monev Pelaksanaan Aksi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Belitung Tahun 2025

Tanjungpandan (14/10) — Pemerintah Kabupaten Belitung bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pelaksanaan aksi konvergensi percepatan penurunan stunting di Hotel La Lucia, Tanjungpandan, Selasa (14/10/2025).

Kegiatan ini menyoroti pentingnya peningkatan sosialisasi kepada masyarakat, terutama terkait pola makan dan pola asuh, yang berdasarkan hasil evaluasi menjadi penyebab utama terjadinya kasus stunting di Kabupaten Belitung.

Sebanyak 35 peserta hadir dalam kegiatan Monev ini, terdiri atas perwakilan dari lima unsur TPPS, yaitu Tim Pendamping Keluarga (TPK), unsur Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, dan Provinsi. Tim Monev dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut hadir secara langsung untuk melakukan evaluasi terhadap efektivitas program yang telah dijalankan di tingkat kabupaten.

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung menunjukkan komitmen aktif dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan edukatif berbasis keluarga dan remaja. Dalam kegiatan ini, Kemenag diwakili oleh Nurul Wakidah dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam).

Dalam diskusi terungkap, Kemenag berfokus pada pencegahan stunting dari hulu, dengan memperkuat edukasi pranikah dan pembinaan remaja agar calon orang tua memiliki kesiapan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam membangun keluarga sehat.

“Dari data yang kami miliki, faktor terbesar penyebab stunting di Belitung adalah pola makan dan pola asuh. Maka, sosialisasi yang masif dan terarah menjadi kunci utama dalam intervensi pencegahan,” ujar perwakilan TPPS Kabupaten Belitung.

Kemenag Belitung terus menggencarkan dua program unggulan yang menjadi langkah nyata dalam pencegahan stunting sejak dini, yakni Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS).

Program ini wajib diikuti oleh setiap calon pengantin (Catin). Dalam kegiatan Bimwin, peserta mendapatkan edukasi komprehensif mengenai gizi prakonsepsi, kesehatan reproduksi, 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta pola asuh anak yang efektif. Dengan bekal pengetahuan tersebut, calon pasangan diharapkan siap membangun keluarga yang sehat dan berkualitas.

Program ini menyasar para remaja di tingkat madrasah dan sekolah menengah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya kesehatan, gizi, dan kesiapan menjadi orang tua di masa depan. Kegiatan BRUS dilaksanakan oleh penyuluh agama Islam di KUA bekerja sama dengan madrasah di bawah naungan Kemenag serta sekolah umum di luar naungan Kemenag.

Kehadiran perwakilan Kemenag dalam kegiatan Monev ini menunjukkan sinergi kuat antarinstansi dalam menurunkan angka stunting di Belitung. Melalui pendekatan dari hulu—yakni pembinaan remaja dan calon pasangan suami istri—diharapkan dapat tercipta keluarga yang sadar gizi, berpengetahuan, dan siap membesarkan anak dengan baik.

Dengan komitmen lintas sektor dan dukungan aktif dari seluruh pihak, pemerintah optimistis angka stunting di Kabupaten Belitung dapat terus ditekan, sejalan dengan target nasional penurunan prevalensi stunting. (Nrl)

Bagikan Berita

Alat komunikasi

Papan Komunikasi

Pilih kalimat cepat atau tuliskan kebutuhan Anda.

Menulis dan menggambar

Papan Tulis Mini

Gunakan mouse, stylus, atau sentuhan untuk menulis.

Text to speech

Pembaca Teks

Menggunakan suara Bahasa Indonesia yang tersedia pada perangkat.

Bantuan komunikasi

Bantuan Dengar & Transkripsi

Ubah ucapan menjadi teks agar percakapan lebih mudah diikuti. Fitur ini bukan pengganti alat bantu dengar medis.

Hasil transkripsi akan muncul di sini.

Mikrofon belum digunakan.

Unicode Braille

Braille Display

⠞⠑⠅⠎⠀⠃⠗⠁⠊⠇⠇⠑

Konversi Unicode mendukung huruf Latin, angka, dan tanda baca dasar. Dukungan perangkat Braille fisik mengikuti perangkat pengguna.

Desain universal

Informasi Aksesibel

  • Informasi pelayananGunakan bahasa sederhana, struktur yang jelas, dan format yang dapat dibaca.
  • Website dan aplikasiDapat dioperasikan dengan papan ketik dan mendukung pembaca layar.
  • Rambu dan markaGunakan kontras, simbol, dan ukuran teks yang mudah dikenali.
  • Media sosialSertakan teks alternatif, takarir, dan transkripsi bila diperlukan.
  • Layanan pengaduanSediakan pilihan komunikasi tertulis dan bantuan petugas.
Hubungi Petugas Layanan