Ponpes At Taqwa Gandeng Kemenag Belitung, Dinsos dan Densus 88 Wujudkan Santri Tangguh
Tanjungpandan (Humas Kemenag) – Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belitung, Hj. Marlina, S.H.I, bersama staf pelaksana PD Pontren mendampingi sosialisasi bertema “Remaja Tangguh, Mental Sehat, Masa Depan Hebat” di Pondok Pesantren (Ponpes) At Taqwa, Sabtu (17/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPPPA) Kabupaten Belitung ini bertujuan memperkuat kesehatan mental remaja, mewujudkan pesantren ramah anak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap tren radikalisasi digital dan pencegahan paham IRET (Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme) di kalangan anak dan remaja.
Kegiatan yang direncanakan diikuti 50 peserta dari kalangan peserta didik tingkat SMP dan santri tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak DSPPPA Kabupaten Belitung, Herlisa, S.Ikom, yang mewakili Kepala Dinas Sosial dan PPA Kabupaten Belitung. Hadir pula pimpinan Ponpes At Taqwa, Ustaz Mulyadi, beserta tim DSPPPA dan jajaran Kemenag Kabupaten Belitung.
Materi kesehatan mental disampaikan Direktur Growth Psychological Center, Eis Masitah, S.Psi., M.Psi., Psikolog, didampingi Anggi. Selain itu, Ipda Dian Effendi, S.H., dari Satgaswil Kepulauan Bangka Belitung Densus 88 AT Polri, Bagian Pencegahan, memberikan edukasi mengenai tren radikalisasi digital dan pencegahan paham IRET. Edukasi ini bertujuan membekali anak dan remaja agar lebih kritis dalam menyaring informasi serta mengenali potensi paparan paham intoleran dan ekstrem di ruang digital.
Dalam sambutannya, Hj. Marlina menegaskan bahwa penguatan kesehatan mental dan perlindungan anak merupakan bagian penting dari pembinaan santri. “Santri perlu memiliki kemampuan mengenali kondisi dirinya, menghadapi tantangan dengan sikap positif, dan memahami kapan harus mencari bantuan ketika mengalami kesulitan. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Deklarasi Pesantren Ramah Anak dan penandatanganan deklarasi oleh pengasuh, ustaz, ustazah, serta para santri, disaksikan perwakilan DSPPPA dan Kemenag Kabupaten Belitung. Deklarasi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui sinergi lintas instansi
ini, Kemenag Kabupaten Belitung terus mendorong penguatan karakter santri
melalui edukasi kesehatan mental, perlindungan anak, serta pencegahan
intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme. Upaya tersebut diharapkan
berlanjut melalui pembinaan di lingkungan Ponpes At Taqwa sehingga santri
tumbuh menjadi generasi yang sehat, tangguh, kritis, dan berdaya saing.
(Syarah)
Bagikan Berita