Lewati ke konten utama
Kembali ke berita
27 Juli 2026 12:20 Ngakan 238 views Berita Kemenag

Rapat Tim Adiwiyata, MTsN 1 Belitung Matangkan Program Kerja dan Pembentukan Pokja

Rapat Tim Adiwiyata, MTsN 1 Belitung Matangkan Program Kerja dan Pembentukan Pokja
Foto Rapat Tim Adiwiyata, MTsN 1 Belitung Matangkan Program Kerja dan Pembentukan Pokja

Tanjungpandan (27/7) – MTsN 1 Belitung menggelar rapat Tim Adiwiyata dalam rangka pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) dan Kader Adiwiyata, Senin (27/7/2026), di Ruang Kepala Madrasah. Rapat ini menjadi langkah awal dalam memperkuat tata kelola Program Adiwiyata sekaligus menyusun strategi pelaksanaan berbagai program pelestarian lingkungan di madrasah.

Kegiatan dihadiri oleh Kepala MTsN 1 Belitung Yurliana, Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Ketua Tim Ketahanan Pangan Sekolah (KPS), Pembina UKS, Ketua Tim Adiwiyata, serta seluruh pengurus Tim Adiwiyata.

Kepala MTsN 1 Belitung, Yurliana, mengawali kegiatan dengan memberikan arahan kepada seluruh peserta rapat. Ia menegaskan bahwa Program Adiwiyata bukan sekadar upaya meraih penghargaan, tetapi merupakan gerakan bersama untuk membangun budaya peduli dan berbudaya lingkungan yang menjadi bagian dari karakter warga madrasah.

"Adiwiyata harus menjadi budaya, bukan hanya program. Seluruh warga madrasah memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, serta membangun kebiasaan hidup ramah lingkungan. Karena itu, diperlukan kerja sama yang solid melalui pembentukan kelompok kerja yang memiliki tugas dan tanggung jawab yang jelas," ujar Yurliana.

Setelah arahan Kepala Madrasah, rapat dilanjutkan dan dipimpin oleh Ketua Tim Adiwiyata, Ardela Munika. Dalam pembahasannya, Ardela memaparkan rencana pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Adiwiyata beserta pembagian tugas dan penunjukan koordinator pada masing-masing bidang sesuai indikator Program Adiwiyata.

Selain pembentukan Pokja, rapat juga membahas rencana pembentukan Kader Adiwiyata yang akan melibatkan peserta didik sebagai agen perubahan (agent of change) dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Para kader nantinya diharapkan menjadi pelopor dalam membudayakan perilaku ramah lingkungan, mengajak teman sebaya untuk menjaga kebersihan, melakukan pengelolaan sampah, menghemat energi dan air, serta mendukung berbagai program lingkungan yang dilaksanakan madrasah.

Ardela Munika menjelaskan bahwa keterlibatan peserta didik menjadi salah satu kunci keberhasilan Program Adiwiyata karena pendidikan lingkungan hidup akan lebih efektif apabila dibangun melalui keteladanan dan pembiasaan sehari-hari.

"Pembentukan kader Adiwiyata diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang memiliki kepedulian tinggi terhadap lingkungan serta menjadi motor penggerak berbagai kegiatan lingkungan di madrasah. Dengan demikian, budaya peduli lingkungan dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan," ungkap Ardela.

Dalam rapat tersebut juga disusun rencana program kerja Tim Adiwiyata yang meliputi penguatan kebersihan lingkungan madrasah, pengelolaan sampah berbasis pemilahan, penghijauan dan pemanfaatan ruang terbuka hijau, penguatan edukasi lingkungan dalam pembelajaran, serta kolaborasi dengan Program Ketahanan Pangan Sekolah (KPS) melalui pemanfaatan kebun madrasah dan pembiasaan perilaku ramah lingkungan.

Seluruh peserta rapat menyepakati pentingnya sinergi antarbidang agar setiap program dapat berjalan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan. Pembagian tugas melalui Pokja diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Adiwiyata sekaligus memperkuat partisipasi seluruh warga madrasah.

Melalui rapat ini, MTsN 1 Belitung menegaskan komitmennya untuk terus mewujudkan madrasah yang bersih, hijau, sehat, dan berbudaya lingkungan. Penguatan kelembagaan melalui pembentukan Pokja dan Kader Adiwiyata diharapkan mampu menjadi fondasi dalam mendukung pelaksanaan Program Adiwiyata. (Faridwajdi)

Bagikan Berita

Alat komunikasi

Papan Komunikasi

Pilih kalimat cepat atau tuliskan kebutuhan Anda.

Menulis dan menggambar

Papan Tulis Mini

Gunakan mouse, stylus, atau sentuhan untuk menulis.

Text to speech

Pembaca Teks

Menggunakan suara Bahasa Indonesia yang tersedia pada perangkat.

Bantuan komunikasi

Bantuan Dengar & Transkripsi

Ubah ucapan menjadi teks agar percakapan lebih mudah diikuti. Fitur ini bukan pengganti alat bantu dengar medis.

Hasil transkripsi akan muncul di sini.

Mikrofon belum digunakan.

Unicode Braille

Braille Display

⠞⠑⠅⠎⠀⠃⠗⠁⠊⠇⠇⠑

Konversi Unicode mendukung huruf Latin, angka, dan tanda baca dasar. Dukungan perangkat Braille fisik mengikuti perangkat pengguna.

Desain universal

Informasi Aksesibel

  • Informasi pelayananGunakan bahasa sederhana, struktur yang jelas, dan format yang dapat dibaca.
  • Website dan aplikasiDapat dioperasikan dengan papan ketik dan mendukung pembaca layar.
  • Rambu dan markaGunakan kontras, simbol, dan ukuran teks yang mudah dikenali.
  • Media sosialSertakan teks alternatif, takarir, dan transkripsi bila diperlukan.
  • Layanan pengaduanSediakan pilihan komunikasi tertulis dan bantuan petugas.
Hubungi Petugas Layanan